Konflik Masyarakat Vs PT MAL
Disepakati, Pemkab Bentuk Tim dan Turun 14 November Mendatang
Laporan : Gian Franco Zola
Selasa, 01 Nov 2016 20:42
Ketua Komisi I DPRD Pelalawan, Eka Putra, Selasa (1/11/2016) yang turut turun ke lokasi yang menjadi sengketa masyarakat dua desa dengan PT MAL tersebut, mengatakan, bahwa yang menjadi persoalan kian meruncing adalah persoalan lahan seluas lebih kurang 1.800 hektar yang di klaim oleh masyarakat bahwa berada di luar izin HGU PT MAL. Namun, perusahaan bersikukuh bahwa lahan tersebut berada di HGU PT MAL.
"Buntutnya perusahaan melakukan pengrusakkan kelapa sawit warga yang telah berumur lebih dari tujuh tahun tersebut, karena perusahaan mengklaim lahan tersebut berada di HGU-nya. Makanya hari ini kita langsung turun kelapangan untuk melihat kondisi lahan yang menjadi sengketa tersebut," jelas Eka Putra.
Dari kesepakatan antara masyarakat dan pihak perusahan saat dimediasi, Selasa tadi, imbuh EKP, disepakati bahwa akan dibentuk tim penyelesaian oleh Pemkab Pelalawan dan diperkirakan tanggal 14/11/2016 ini tim yang telah terbentuk tersebut akan kembali turun ke lokasi yang menjadi sengketa.
"Bersama-sama tim nanti kita akan juga turun untuk mencari titik koordinat lahan sengketa tersebut, apakah benar di luar HGU atau di dalam izin HGU PT MAL. Kemudian menjelang tim bekerja, pihak perusahan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apapun di areal sengketa. Begitu pula masyarakat dua desa, kita berharap agar bisa menahan diri dan menjaga kamtibmas dan tidak terprovokasi yang berujung terjadinya konflik horizontal," ujarnya.
Namun, dewan amat menyayangkan sikap arogansi pihak perusahaan yang masih menggunakan cara-cara kolonial dan tidak beretika. Seharusnya, sebagai investor yang baik, mesti tidak menggunakan cara-cara yang tidak bersahabat yang berujung semakin meruncingnya persoalan.
"Bukan rahasia lagi, bahwasanya PT MAL perusahaan yang sangat nakal serta banyak mengangkangi aturan di Pelalawan ini, diantaranya banyak perizinan yang bermasalah. Justru itu, kita juga meminta kerjasama Pemkab Pelalawan agar kedepannya lebih selektif dan berhati-hati dalam memberikan izin prinsip kepada investor, agar dikemudian hari tak menyisahkan konflik. Kepada aparat penegak hukum, kita berharap bekerja profesional dalam mengungkap aksi pengrusakan kebun kelapa sawit milik warga ini. Sebagai negeri yang bermarwah dan bermartabat serta menjunjung tinggi nilai-nilai hukum, mohon pelaku pengrusakan yang ditengarai oleh oknum dari perusahaan PT MAL untuk ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian," pungkas Eka Putra. (gfz)
Peristiwa
Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia
Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR
JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de
May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital
INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba
Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin
Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt
Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya
JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5 dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun