Peristiwa
Distamben Dibubarkan, Nasib 40-an PNS tak Jelas
Laporan:Afdal Aulia
Senin, 03 Okt 2016 16:14
BENGKALIS - Sebanyak 40-an Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Bengkalis saat ini tidak memilki kejelasan atas nasib mereka saat ini. Hal itu akibat kewenangan atas dinas tersebut di ambil alih oleh pemerintah pusat.
Kondisi tersebut diperburuk lagi dengan kosongnya jabatan kepala dinas beserta Sekretaris yang pindah mengisi jabatan lain saat dilantik oleh Bupati Bengkalis, Senin (03/10/2016) di lantai IV kantor Bupati. Dalam pelantikan tersebut Tengku ILyas yang sebelumnya menjabat Kadistamben dipindahkan mengisi kekosongan pada Asisten III Sekretariat Daerah , sedangkan Yuhelmi yang sebelumnya menjabat sekretaris Distamben mendapatkan posisi yang sama sebagai sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bengkalis.
Selain itu Kabag Keuangan pada Distamben tersebut juga dipindahkan ke posisi yang lain. Kemudian sejumlah Pejabat Pelaksana Kegiatan Teknis (PPTK) juga pindah dari Distamben ke beberapa SKPD lainnya di Pemkab Bengkalis.
Akibat banyaknya kekosongan jabatan ini 40-an PNS pada dinas tersebut seperti anak ayam kehilangan induk bahkan sejumlah kegiatan yang sudah ditenderkan dan sudah dilaksnakan bakal terancam tidak akan dibayarkan. Hal itu karena tidak ada lagi pejabat yang berwenang yang memilki tanggung jawab atas kegiatan tersebut.
" Kami disini tak memiliki kewenangan lagi. Kepala Dinas, Sekeretaris dan kabag keuangan serta PPTK tidak ada lagi. Lantas siapa yang mau bertanggung jawab nanti sementara sejumlah kegiatan terutama tender pekerjaan sudah ada dilaksanakan," ujar salah seorang Kabid yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu nasib puluhan PNS yang ada tidak diketahui nasibnya maupun dipindahkan kemana, walaupun diketahui kewenangan Distamben sudah diambil alih oleh pemerintah pusat sejak awal Oktober ini sesuai Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 dan surat edaran dari menteri dalam negeri.
"Paling-paling kami non job karena tidak ada kewenangan akibat tidak adanya kejelasan terhadap status kami disini," ujar sang kabid itu dengan nada heran.(afd)
Peristiwa
One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung
JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci
Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat
PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad
KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun
JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum
Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026
JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,
Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani