Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Fakta-fakta teror bom gereja di Samarinda yang melukai lima anak

Peristiwa

Fakta-fakta teror bom gereja di Samarinda yang melukai lima anak

Senin, 14 Nov 2016 08:33
merdeka.com
Ledakan bom di Samarinda.

Aksi teror di Indonesia belum berhenti. Ledakan bom berdaya ledak rendah membuat panik jemaat Gereja Oikemene di Sengkotek, Harapan Baru, kecamatan Samarinda Seberang, kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11) pagi. Ledakan terjadi sekira pukul 10.00 WITA. Saat itu, jemaat sedang melaksanakan ibadah. Ledakan terdengar nyaring hingga radius tidak kurang 2 kilometer.

Aparat Polsekta Samarinda Seberang, bersama dengan Polresta Samarinda, saat ini sudah mengamankan seorang tersangka pelaku peledakan. Pelaku peledakan ini ditangkap saat berenang di Sungai Mahakam. Dia berupaya kabur usai beraksi. diketahui pelaku adalah seorang pendatang yang bermukim di Kelurahan Harapan Baru, Samarinda bernama Johanda.

"Iya, namanya Johanda, mengaku dari Jawa Tengah. Sudah setahun ini ya, dia tinggal di rumah bangsal," kata Ketua RT 03 Harapan Baru, Sandi Santoso, kepada wartawan, saat ditemui di sekitar Gereja Oikumene, Minggu (13/11) sore. Seorang warga yang diduga kerap terlihat bersama Johanda, ikut diamankan sebagai saksi.

Kepolisian memastikan korban ledakan bom berjenis low explosive di halaman depan Gereja Oikumene sebanyak lima anak. Seorang di antaranya telah diperbolehkan pulang, sedangkan empat lainnya masih dirawat intensif di RSUD IA Moeis.

"Semua korban ledakan ada lima orang, satu orang sudah boleh pulang tadi," kata Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin usai menyambangi korban ledakan, di RSUD IA Moeis.

Saat ini dua dari lima dirujuk ke RSUD AW Syachranie Samarinda. Keduanya mengalami luka bakar cukup serius di tangan dan wajah akibat terkena ledakan.

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas pelaku peledakan bom tersebut.

"Ya tadi saya sudah mendapat laporan dari Kapolri dan saya sudah perintahkan Kapolri untuk segera ditangani dan dilakukan penegakan hukum tegas, mengusut secara tuntas pelaku," kata Jokowi usai menghadiri Rapimnas PAN di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (13/11). (merddeka.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.