Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Gagal Berangkat Wisata, Ratusan Pelajar di Jakut Jadi Korban Penipuan Agen Travel

Peristiwa

Gagal Berangkat Wisata, Ratusan Pelajar di Jakut Jadi Korban Penipuan Agen Travel

Sabtu, 21 Apr 2018 16:57
Sumber Foto: gobankingrates.com
Ilustrasi Penipuan

Jakarta - Sebanyak 160 siswa siswi kelas XII SMK Barunawati, Tanjung Priok, Jakarta Utara, gagal berangkat berwisata ke Yogyakarta, Jawa Tengah, Kamis, 19 April 2018 sore. Mereka diduga menjadi korban aksi penipuan agen travel yang berkantor di Bekasi, Jawa Barat.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supriyanto mengatakan, peristiwa itu awalnya diketahui dari anggotanya yang tengah berpatroli. Melihat ada keresahan dan keributan di depan sekolah, anggota pun mendatanginya.

"Awalnya kita datangi ada apa. Dan pihak sekolah cerita mereka dari kemaren tengah menunggu bus untuk wisata tapi tidak datang-datang," kata Supriyanto di kantornya, Jakarta Utara, Jumat (20/4/2018) malam.

Supriyanto melanjutkan, sehari berselang pihak sekolah lalu membuat laporan atas dugaan penipuan agen travel. Pihak sekolah mengklaim sudah menyetorkan uang sebesar Rp 134.900.000 kepada pihak Wisata Mandiri Travel.

"Pihak sekolah menyebut dari kemaren sudah menunggu bus tapi tidak datang-datang sampai hari ini. Padahal uang sudah disetorkan. Dan uang itu diperoleh dari siswa yang dipungut Rp 1,2 juta per siswa," tutur mantan Kapolsek Koja itu.

Dalam perjanjian kontrak kerjasama pihak travel akan menyediakan 4 bus besar untuk mengangkut peserta. Tapi, sambung Supriyanto, pihak travel yang datang justru beralasan uang yang telah disetorkan dirampok.

"Bilangnya akan datang 4 bis Bluebird star. Alasannya katanya uangnya dibawa kabur sama temennya," ujar Supriyanto.

Supriyanto menyebutkan, saat ini pihaknya telah memeriksa beberapa orang saksi. Selain itu, penyidik juga tengah mendalami surat perjanjian kerjasama antara pihak sekolah dan travel.

"Kita sudah periksa saksi-saksi. Nanti kita dalami dulu," dia memungkasi.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Barunawati Zainudin mengatakan, saat ini pihaknya berupaya menenangkan para siswa. Tas para siswa juga masih dititipkan di sekolah. Menurut Zainudin, siswa siswinya sempat menunggu datangnya bus sampai pukul 20.00 WIB kamis kemaren.

"Mengingkari, tidak tepat waktu. Jam 5 sore berangkat ke Jogja tapi ternyata sampai jam 8 malam nggak datang juga," kata Zainudin.

Dia menyebutkan, rencananya akan ada 187 peserta yang ikut. Termasuk para guru dan petugas sekolah. Meski begitu, saat ini pihak sekolah tengah mencari jalan keluar agar para siswa tetap bisa berwisata.

"Total yang sudah dibayarkan Rp 134,9 juta. Kerugiannya yang jelas ya ini, yang sudah dibayarkan kesana. Kalau yang rencananya berangkat ada 187 orang. Tapi kita cari agar tetap siswa bisa berangkat," tutur dia.

 (Liputan6.com)


Peristiwa
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.