Ini kronologi bentrok demo Ahok di Istana Negara versi polisi
Sabtu, 05 Nov 2016 14:12
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar menceritakan awal mula terjadinya bentrokan tersebut. Dikatakannya, massa mulai beringas justru saat akan dibubarkan kepolisian karena sebelumnya memang disepakati demo hanya sampai pukul 18.00 Wib.
"Setelah Salat Isya, kemudian terjadi dinamika yang tidak kita harapkan sebenarnya. Bentuk kekerasan jelang bentuk pembubaran," kata Boy dalam jumpa pers di Gedung Humas Mabes Polri, Sabtu (5/11).
Dia kemudian memperlihatkan cetakan gambar yang mengabadikan momen saat bentrokan terjadi kemarin. Foto itu menjepret beberapa orang tampak memukuli petugas.
"Kita lihat seorang laki-laki menyerang dengan bambu runcing, botol, batu segala dilempar ke petugas, dan benda terlarang lainnya. Padahal kita minta tidak melakukan itu. Ini adalah hal-hal contoh kecil yang memprovokasi terus menerus. Jadi apakah ini bagian unjuk rasa disampaikan ulama, atau ada elemen lain yang datang untuk membuat kerusuhan?," katanya.
Beberapa saat kemudian, massa makin tak bisa dikendalikan. Dikatakannya, massa coba merusak barikade petugas polisi dan TNI yang berjaga.
"Mereka ingin masuk mendekat ke Istana, ini tidak dibenarkan, perbuatan unjuk rasa diatur Undang-undang tapi bukan semau-maunya," tegas Boy.
Melihat kondisi semakin tidak kondusif, sambungnya, petugas keamanan memutuskan mengambil langkah untuk membubarkan pendemo. Petugas kemudian melepaskan gas air mata ke arah massa.
"Sekitar pukul 19.30 Wib, dilepaskan tembakkan gas air mata, seperti suara ledakan senjata. Tapi itu senjata pelontar gas air mata, bukan senjata api, tujuannya agar mereka tinggalkan tempat dan bubarkan diri. Jadi kalau dibilang ada ditembak, itu bukan ditembak gunakan peluru tapi gas air mata," bebernya.
Massa kemudian lari kocar kacir. Tapi sebagian masih ada yang coba melawan petugas dengan alat-alat yang ada.
"Sempat ada desak-desakan juga, Alhamdulillah berhasil ditangani petugas," jelasnya.
Meski berhasil dipukul mundur, massa melanjutkan dengan membakar kendaraan dinas kepolisian. Dikatakan Boy, total ada 21 kendaraan yang rusak.
"Tiga mobil dibakar termasuk kendaraan milik pejabat TNI yang dibakar," katanya.
Selain mobil dibakar, demo rusuh kemarin membuat kedua belah pihak terluka.
"Massa yang dirawat di RS Budi Kemuliaan, 160 orang berkaitan gas air mata. Kalau anggota sekitar 100 orang, 79 kena gas air mata, lalu di RSPAD 22, TNI ada 5 orang, Damkar 1 orang," pungkasnya.(merdeka.com) Peristiwa
One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung
JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci
Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat
PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad
KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun
JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum
Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026
JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,
Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani