Jumat, 01 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kegaduhan di ibu kota dimanfaatkan kelompok radikal lakukan teror

Kegaduhan di ibu kota dimanfaatkan kelompok radikal lakukan teror

Jumat, 18 Nov 2016 11:18
merdeka.com
Demo 4 November rusuh.

Pelaku teror bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, dinilai sengaja memanfaatkan hiruk pikuk kondisi politik pasca-demo besar-besar 4 November lalu. Dikhawatirkan kelompok radikal akan terus memanfaatkan momentum untuk membuat kekacauan.

"Pelaku terorisme selalu memanfaatkan kondisi kacau negara dengan membuat teror. Tujuannya agar masyarakat makin ketakutan," kata salah seorang kelompok ahli BNPT, Syaiful Bakhri, Jumat (18/11).

Dia mengajak para ulama dan tokoh masyarakat untuk berperan menyuarakan kedamaian ke seluruh umat. Menurutnya, jika kegaduhan terus meluas tentu akan memicu potensi aksi terorisme lebih besar.

"Terorisme itu gerakan laten dan terorisme itu kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Bangsa Indonesia sudah sangat menderita akibat aksi terorisme selama ini terjadi," terang Syaiful.

Guru Besar Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta mengaku agak khawatir dengan rencana akan kembali digelarnya aksi 25 November nanti. Apalagi dikabarkan akan ada juga aksi unjuk rasa kebhinekaan. Hal itu berpotensi menimbulkan gejolak dan bentrokan sosial.

"Kekacauan terjadi kemarin ini mencuri start dari polemik di ibu kota. Kalau ini berkepanjangan dan makin meluas, tentu akan memicu potensi terorisme lebih besar," katanya.

Mengenai tersangka teror di Samarinda mantan napi terorisme, menurutnya, fakta itu harus jadikan landasan bagi pemerintah dan ulama untuk meningkatkan sinergi dalam melakukan deradikalisasi. Selain ahli di bidang ideologi, agama, maupun kebangsaan, juga dibutuhkan pendekatan humanis.

"Tidak menggunakan hukum pidana, media kekerasan, dan intelijen. Apa yang telah dilakukan pemerintah, dalam hal BNPT sudah bagus, meski perlu terus dilakukan penyempurnaan," tuturnya.

Dia juga mendorong adanya sinergi antarlembaga terkait dan peran masyarakat dalam menjalankan deradikalisasi. "Itu mutlak agar program ini berjalan dengan baik," pungkasnya. (merdeka.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.