Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Minta Upah Naik 550 Rupiah, Kemaluan Buruh Ini Ditembus Peluru

Minta Upah Naik 550 Rupiah, Kemaluan Buruh Ini Ditembus Peluru

Senin, 02 Mei 2016 10:25
Internet
Marsinah
JAWATIMUR - Wanita itu diculik. Disiksa dan disekap tiga hari. Tewas mengenaskan dengan peluru menembus lubang kemaluannya.

Namanya Marsinah. Dia bukan penjahat, hanya seorang buruh. Harus mati cuma gara-gara menuntut upah naik Rp 550. Sudah 23 tahun kematiannya, kasusnya masih belum sepenuhnya terungkap.

Marsinah bekerja di PT Catur Putra Surya di Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebuah pabrik yang memproduksi jam tangan.

Awal tahun 1993, Gubernur Jawa Timur mengeluarkan edaran berupa imbauan pada perusahaan untuk memberikan kenaikan gaji sebesar 20 persen bagi karyawannya.

Namun PT CPS enggan menuruti imbauan ini. Para buruh yang resah menggelar aksi menuntut upah layak dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250, sesuai dengan surat edaran Gubernur KDH TK I Jawa Timur No. 50 Tahun 1992.

"Katanya ada kenaikan upah, tapi ternyata upah buruh mulai uang makan, transport dan dinas sore (kerja shift sore) itu tidak dinaikan dari perusahaan. Yang akhirnya Mbak Marsinah mengajak kita-kita (buruh) untuk melakukan aksi mogok kerja," kata Uus, seorang rekan seperjuangan Marsinah saat ditemui merdeka.com, Sabtu (30/4) di kediamannya, di Malang, Jawa Timur.

Buruh membentuk tim kerja (koordinator) aksi, yang jumlahnya 18 orang termasuk Marsinah dan Uus. Di kelompok ini Marsinah ditunjuk sebagai penimpin.

Bagi 18 orang itu, Marsinah merupakan sosok perempuan pemberani. Setiap kali melakukan aksi, Marsinah selalu berada di garis terdepan untuk menyuarakan orasinya. Aksi mereka membuat perusahaan panas.

"Saya itu ikut semuanya, mulai dari pembuatan spanduk hingga perobekan spanduk di perusahaan. Dan, Mbak Marsinah terus menyuarakan orasinya minta hak kita itu diberikan. Uang makan, transport, kerja shift sore," ucap perempuan 43 tahun tersebut.

Saat perobekan spanduk, suasana memanas. Uus dan buruh lainnya yang melakukan aksi mendapatkan kekerasan dari aparat Koramil dan Kodim setempat. Sebuah hal yang lazim di era Orde Baru, tentara ikut mengamankan demonstrasi di perusahaan.

"Ada sekitar 500 buruh yang melakukan aksi unjukrasa, tiba-tiba dipukul oleh aparat Koramil dengan kayu. Tapi, kami saat itu terus melawan, dan Mbak Marsinah terus berteriak dengan kencang, agar tidak takut dan terus maju," ujar ibu dua anak tersebut.

Perlawanan terus dilakukan buruh, akhirnya terwujud dan direalisasi oleh perusahaan, tuntutan buruh dikabulkan. Merekapun tidak melakukan aksi lagi.

"Karena sudah terwujud, aksi kami berhenti. Tapi, kami masih melakukan pertemuan kecil saja," ucapnya.

Tim kecil itu rupanya terus dipantau Kodim setempat. 13 Orang buruh dipaksa untuk tidak lagi aktif memimpin demonstrasi. Marsinah mendatangi Kodim tanggal 5 Mei 1993 untuk mencari tahu keberadaan kawan-kawannya.

Itulah terakhir kalinya Marsinah terlihat. Malamnya tak ada lagi yang pernah melihat Marsinah.

Tanggal 8 Mei dia ditemukan sudah menjadi jenazah.

Mayatnya ditemukan di hutan Dusun Jegong, Desa Wlangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kondisinya sangat menyedihkan.

Semula dokter menyangka kemaluan Marsinah ditusuk dengan kayu. Namun ahli Forensik (alm) Munim Idris membantahnya.

"Luka Marsinah hanya di sekitar labia minora sebesar 3 sentimeter," ujar Munim. Luka itu bukan karena benda tumpul melainkan peluru yang ditembakkan," kata Munim Idris.

Marsinah dibunuh. Raganya tewas. Namun namanya diabadikan sebagai martir perjuangan buruh di Indonesia.***

Sumber : merdeka.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.