Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Ngaku Punya Lahan Diatas Milik Orang Lain, Sekelompok Petani Intimidasi Kelompok Tani

Ngaku Punya Lahan Diatas Milik Orang Lain, Sekelompok Petani Intimidasi Kelompok Tani

Kamis, 10 Nov 2016 21:08
Vivi Mulfita Sari
Ketua Kelompok Tani Pemilik Lahan Saat Menunjukkan Plang Yang Dipasang Secara Ilegal Diatas Lahan Miliknya
DUMAI - Tanpa dasar dan sebab, puluhan orang yang mengaku tergabung ke dalam Kelompok Tani Gurun Panjang, dengan menggunakan kekerasan dan ancaman diduga melakukan penyerobotan terhadap lahan milik kelompok Petani Kelurahan Teluk Makmur.

Hal tersebut disampaikan oleh Zulfaini, ketua pengawas kelompok petani kelurahan Teluk Makmur, kepada awak media ia menjelaskan aksi pengancaman yang dialami oleh kelompoknya ini sudah berjalan hampir dua tahun belakangan ini.

Awalnya kelompok petani kelurahan Teluk Makmur ini bekerja tanpa ada masalah, membersihkan dan mengelola lahan milik mereka, namun setelah tiga tahun kemudian, lahan yang mereka kelola telah ditanami kelapa sawit, tiba-tiba ada sekelompok orang mengatas namakan kelompok tani kelurahan Gurun Panjang datang.

"Mereka mengklaim lahan yang kami kelola, sekitar 120 hektar adalah lahan milik mereka (Kelompok Tani Gurun Panjang, red), dari sini mulai muncul konflik," katanya saat ditemui, pada Rabu (9/11).

Setiap Zulfaini dan kawan-kawan bekerja, kelompok tersebut datang dan menghentikan segala aktifitas yang sedang berlangsung, dengan menggunakan ancaman, "Anggota siapapun kalian, sekarang berhenti bekerja dan segera keluar dari lahan ini, karena ini milik kami, atau akan ada pertumpahan darah disini," kata Zulfaini menirukan salah seorang ketua kelompok tani kelurahan Gurun Panjang.

Tidak hanya itu, mereka juga menanyakan kepada Zulfaini tentang alat berat milik mereka, biar dibakar dan dicincang-cincang, "Mana alat berat kalian biar kami bakar dan kami cincang-cincang, itu yang mereka utarakan sama kami," ucap Zulfaini lagi.

Resah dan ketakutan dengan mendengar ancaman-ancaman tersebut, akhirnya pihak kelompok petani Kelurahan Teluk Makmur melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian, "Hasilnya ketua kelompok mereka atas nama Tohonon Nadeak ditangkap Polisi atas dugaan tindak pidana pengancaman," katanya lagi.

Meski ketua mereka telah ditangkap dan kini sedang menjalani persidangan yang pada Selasa (8/11) lalu dengan agenda mendengarkan saksi-saksi yang meringankan, Kelompok Tani Kelurahan Gurun Panjang tidak berhenti melalukan pengancaman. "Udah ditangkap pun ketuanya, mereka justru malah lebih agresif bang, mereka mendirikan plang nama kelompok tani mereka dilahan yang mereka klaim, dan masih melancarkan gangguan-gangguan terhadap kami, sehingga kami tidak bisa bekerja dengan tenang," imbuhnya lagi.

Dengan mendirikan plang yang bertuliskan Kelompok Tani Gurun Panjang SK Memkumham RI. NOMOR. AHU.0061496. AHU.01.07. TAHUN 2016 Kelurahan Gurun Panjang  Sekretariat Jalan Bambu Kuning RT. 04, mereka kini mengklaim lebih kurang 140 hektar lahan milik kelompok Petani Kelurahan Teluk Makmur.

"Mereka juga menjual lahan kami kepada masyarakat asal Sumatera Utara untuk dikelola dengan harga murah, kami berharap agar masalah ini segera selesai, dan kami bisa bekerja dan mencari rezeki dengan tenang," tambah Zulfaidi. ***
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.