Peristiwa
Ngebet Pengen Suami Polisi, Guru di Madiun Malah Kena Tipu Gadungan
Senin, 26 Nov 2018 14:16
Korban diketahui berinisial DA (44), seorang guru yang juga warga Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Korban melapor kepada polisi karena kehilangan uang Rp 84 juta yang diambil oleh kekasihnya sendiri.
"Jadi korban ini sangat ingin memiliki suami seorang polisi. Tapi justru tertipu oleh pelaku yang mengaku polisi, padahal bukan polisi," terang Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan di kantornya, Senin (26/11/2018).
"Kerugian korban mencapai Rp 84 juta karena ATM korban diserahkan ke pelaku. Bujuk rayu pelaku sangat meyakinkan korban," ungkapnya.
Ruruh juga mengungkapkan, korban dan pelaku berkenalan sekitar bulan April 2016 saat pelaku dan korban minum kopi di warung depan sekolah tempat korban mengajar. Pelaku mengaku sebagai anggota Intel Pacitan bernama Yuda Fajar dan sedang mencari jodoh.
"Saat itu ada guru yang mengajar di SMK PGRI Mejayan bertemu di warung kopi depan sekolah. Kemudian tersangka bertanya kepada guru tersebut 'Apakah ada guru yang ingin mencari jodoh'. kemudian korban memperkenalkan dirinya sendiri kalau belum punya suami dan cari suami polisi," tuturnya.
Dari perkenalan itu, komunikasi berlanjut dengan bertukar nomor WhatsApp. Bahkan tak butuh waktu lama, sore harinya pelaku langsung datang ke rumah korban dan mengaku akan menikahi korban di hadapan kedua orang tuanya.
Karena terlanjur percaya, korban pun menyerahkan ATM-nya kepada pelaku ketika diminta. Selang beberapa bulan, korban mulai curiga karena hasil print out rekeningnya menunjukkan bahwa uang di dalam rekening itu terus berkurang.
Dalam print out itu tercatat, pada bulan April 2016, pelaku mengambil uang dari ATM korban sebesar Rp 20.550.000, lalu pada bulan Mei 2016 sebesar Rp 44.000.000, dan pada bulan Juni 2016 terkuras Rp 11.698.000.
Tak hanya itu, kepada pelaku, korban juga memberikan uang tunai sebesar Rp 9.000.000. Pelaku pun meminjam laptop korban seharga Rp 6 juta dengan alasan untuk diperbaiki, namun tak pernah kembali.
Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro mengungkapkan, pelaku nekat memperdayai korban karena kebutuhan hidup. Namun di hadapan korban, pelaku yang berprofesi sebagai sopir itu memakai uang korban dengan alasan untuk membiayai kuliahnya.
"Alasan pelaku untuk biaya hidup serta untuk biaya kuliah katanya," ujar Logos.
Ironisnya, Logos juga mengungkapkan bahwa DA hanyalah satu dari tiga korban pelaku. Namun baru DA dan satu korban lagi yang melapor kepada polisi.
Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-
DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang
JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka
JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid
Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan
Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu
JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional. Progra