PANGKALAN KERINCI - Oknum Dokter Umum Rumah Sakit Amalia Medika Pangkalan Kerinci, diduga enggan menangani pasien BPJS Kesehatan.
Hal ini, dialami Bujang Paris (56), warga jalan Famili Kerinci Timur, saat dirinya berobat di rumah sakit swasta tersebut, bahkan perlakuan kasar menimpa dirinya.
Diskriminasi yang dialami Bujang Paris (56) disampaikan War yang merupakan istri korban, kepada sejumlah awak media, Selasa, (8 September 2020) di Pangkalan Karinci.
Ia menuturkan bahwa apa yang dialami pujaan hatinya, sekedar mendapatkan pertolongan medis pada Sabtu (5 September 2020) sekira pukul 05:15 WIB lalu terasa sangat menyayat hati. Apalagi pasien miskin seperti kami.
Lebih jauh disampaikanya, bahwa Kronologis kejadian memilukan itu terjadi pada Sabtu 5 September 2020 sekira pukul 05:15 WIB. Pasien bersama istrinya mendatangi rumah sakit lantas mendaftar, pasien terlihat sangat lemah langsung dibawah masuk ke ruangan IGD dibantu perawat.
Singkatnya, sekira jam 05:30 dicek oleh dokter jaga. Pasien atas nama Bujang Paris (56) warga alamat Jalan Famili Kerinci Timur mengalami sakit asam lambung. Awalnya dokter menanyakan kepada pasien siapa yang sakit. Lalu sang istri menjawab sang suami saya sudah 1 malam tak tidur karena sakit. Terus dokter memeriksa mengecek dan mengeluarkan kata-kata yang tak pantas dilakukan seorang dokter.
"Trus dokter ngomel-ngomel, bahkan dokter mengatakan agar bapak jangan bertele-tele memberikan mengasih informasi penyakit. Bapak mau saya operasi dan edel-edel perut bapak," ujar dokter tersebut," ungkap War. Seraya menambahkan bahwa dokter sibuk memeriksa dokumen pasien.
"Saat melihat dukumen tersebut dokter berkata-kata," Sudah pakai pengobatan murah. Lain kali bawa ke Puskesmas dulu baru ke sini," ungkap dokter dengan kasar.
Terpisah manajemen Rumah Sakit Amalia Medika saat dikonfirmasi melalui Manager Personalia RS Amalia Medika, Rosma Butar-Butar mengaku baru mengetahui persoalan tersebut lewat informasi yang disampaikan pihak media, Selasa, (8 September 2020).
"Benar memang ada karyawan kita bernama dokter Andi. Beliau memang telah menangani pasien Bujang Paris (56), dan beliau sendiri baru masuk kerja sini paling tiga bulan belakangan," jelasnya.
Rosma berjanji akan membawa permasalahan ini ke Direktur. Dan melaporkan ke komite etik .