Peristiwa
Pasien Konplain Salah Dianogsa dokter, Ini Kata Plt Direktur RSUD Pasirpengaraian
Laporan:Fahrin Waruwu
Jumat, 26 Agu 2016 15:11
ROKANHULU - Terkait adanya komplain salah satu pasien karena dianggap kurang profesionalnya dokter yang menangani dirinya saat dirawat di RSUD Pasirpengaraian Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) beberapa waktu lalu, Direktur RSUD Pasir Pangaraian menyatakan, kerja dokter sudah sesuai standart pelayanan, karena hanya menyampaikan analinya.
Demikian disampaikan Direktur RSUD Pasir Pangaraian, dr. Muhamad Yakup didampingi Kabid Pelayanan drg Leni Sambari dan Kabid Humas RSUD Minarli Ismail saat spiritriau.com mengkonfirmasi diruang kerjanya Jumat (26/8/2016).
Katanya dokter yang melayani saat pasien di IGD dokter umum dan tidak melakukan tindakan, namun hanya menyampaikan analis saja, karena yang menentukan dokter spesialis atau sebaiknya dirujuk ke ke dokter yang lebih mengerti yakni dokter bedah.
"Tindakan dokter kita sudah sesuai prosedur, karena dokter umum di IGD tidak ada ambil tindakan, namun menyampaikan agar pasien sebaiknya dirujuk ke dokter ahli bedah," ungkapnya.
Ditanya terkait salah diagnosa, M Yakup mengaku, bahwa dokter umum memiliki keterbatasan dan yang mengetahui penyakit pasien itu adalah dokter spesialis. Namun karena saat itu pasien dibawa ke IGD, sehingga analisis awal dokter umum lebih mengarah ke batu karang yang diderita pasien, kemudian setelah dilihat dokter spesialis bedah itu bukan batu karang hanya terjadi infeksi biasa," ucap M Yakup.
M Yakup berharap, bila ada komplain pasien ada ruang khusus, termasuk melalui SMS center RSUD."Silahkan sampaikan komplain, karena sudah ada layanan di RSUD kita, bagi pasien yang kurang puas dapatkan layanan,"tutupnya
Untuk diketahui, Komplain disampaikan pasien bernama Mintereja, warga Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah, Kamis (25/8/2016), dimana saat dirinya dirawat Selama 4 hari memutuskan pulang lebih awal dari RSUD, karena dianggap pelayanan di RSUD tidak baik.
Kata Mintareja, pada Jumat (12/08/2016) dirinya dibawa keluarganya ke RSUD, setelah dirinya mengeluhkan penyakit di deritanya saat itu. Badanya keringat dingin dan dirinya sulit buang air kecil dengan kondisi fisik yang lemah. Kala itu adik Minterja Jamron, menduga abangnya Mintareja hanya menderita masuk angin biasa
Saat dibawa ke RSUD, dianjurkan pasien Mintareja dirujuk ke RS Awal Bros Pekan Baru, setelah dokter umum berinisial, M, menunjukkan hasil Rongent yang menyimpulkan pasien idap penyakit kronis, dimana dalam kantung kemih pasien terdeteksi batu karang sebesar telur ayam.
Pada hari Senin, menurut Pihak RSUD setelah dilakukan rongent hasil dari diagnosa, pasien atasnama Mintareja positif di dalam kandung kemihnya terdapat batu karang sebesar telur ayam. Menurut analisis penyakit itu sangat berakibat fatal dan harus segera dirujuk dan diopersi di RS Awal Bros Pekan Baru
Mendengar kabar itu, keluarga pasien terkejut dan cemas. Mintereja selama ini tidak pernah mengeluhkan rasa sakit ataupun gejala dari penyakit yang diderita pasien, dan setelah mendengar kabar itu keluarga berembuk lalu memutuskan menunggu sampai Senin, karena bila rujuk ke Pekanbaru pada sabtu dan Minggu kemungkinan belum bisa dioperasi sehingga Minterja tetap di rawat inap di RSUD.
Minggunya, keluarga pasien meminta agar dilakukan rongent ulang kepada dokter yang Bertugas bukan dokter H Yang Bertugas Jumat. Anehnya, rongent ulang kali ini dokter menyatakan pasien mengidap penyakit batu karang, hingga membuat bingung keluarga.
Senin tanggal 15 Agustus 2016, dokter spesialis bedah Hendrizal, meminta bukti hasil rongent. Setelah diagnosa dokter spesialis bedah, yang terlihat dihasil rongent adalah buah penis bukan batu karang, seperti yang dinyatakan oleh dokter sebelumnya.
Kemudian, pasien diizinkan pulang dengan diberi obat serta surat kontrol. Mintareja meminta, agar Direktur RSUD M Yakup, mengintruksikan ke petugas medisnya terutama dokter, agar lebih professional menaangani pasiennya. Apalagi mendianogsa suatu penyakit, jangan asal saja karena akan membuat pasien kecewa atas pelayanan RSUD.
"Direktur RSUD, sebaiknya sekolahkan lagi dokter yang ada di RSUD agar lebih profesional dan memahami penyakit apa yang diderita pasien saat berobat di RSUD. Sehingga pasien nantinya tidak kecewa, apalagi bila mereka berobat tanpa BPJS dan dengan membayar, maka nama RSUD akan rusak nantinnya,"pungkasnya . (fah)
Peristiwa
One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung
JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci
Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat
PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad
KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun
JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum
Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026
JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,
Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau
PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani