Jumat, 01 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Pemuda Sulut nyalakan 1.000 lilin untuk Intan & perdamaian Indonesia

Peristiwa

Pemuda Sulut nyalakan 1.000 lilin untuk Intan & perdamaian Indonesia

Sabtu, 19 Nov 2016 08:50
merdeka.com
aksi seribu lilin di Sulut.

Ribuan pemuda lintas agama dan organisasi massa, berkumpul di depan Tugu peringatan Perang Dunia ke-2 di Kompleks Gereja GMIM Sentrum Manado pada Jumat (18/11) malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Mereka menyalakan 1000 lilin untuk mengenang Intan, bocah korban bom di Samarinda beberapa waktu lalu.Aksi ini sekaligus seruan perdamaian di Indonesia dan tak ada lagi kekerasan.

Di sela aksi, ada pertunjukan teatrikal yang menceritakan kekejian pelaku pelempar molotov hingga merenggut nyawa bocah Intan. Tak ketinggalan masyarakat Kota Manado turut mengambil bagian dalam aksi bertajuk "Deklarasi kebangsaan lintas agama, 1000 lilin untuk Intan" dengan melakukan doa bersama segenap elemen.

Aksi seribu lilin membuat sebagian warga yang ikut terharu. Semua larut dalam kebersamaan.

Ketua Komisi Pelayanan Pemuda GMIM, Pnt Toar Pangkey, menitipkan salam damai bagi segenap komponen bangsa. Damai menurutnya adalah merupakan hal indah dalam bingkai NKRI.

"Kami hadir di tempat ini untuk perdamaian, dan untuk Intan. Mari jaga perdamaian. Jangan lagi ada Intan Intan lain menjadi korban kekerasan. Provinsi Sulut akan menjadi contoh perdamaian bagi Indonesia," ujar Pangkey.

Sementara itu, Rusli Umar mewakili PB Ansor, mengutuk keras aksi pengeboman gereja di Samarinda menyebabkan tewasnya bocah tak bersalah. "Kami mengutuk keras perbuatan tersebut. Kami yakin dan percaya, Intan sudah berada di surga," tegas dia.

Penggagas kegiatan, Vecky Korto mengatakan, upaya mengumpulkan pemuda lintas agama dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kebhinekaan. Perdamaian adalah sesuatu yang berharga dan tak dapat diukur bagi NKRI.

Sedangkan pemilihan lokasi aksi di Tugu PD-2 memiliki arti khusus. "Kami berdiri di tugu perang dunia kedua karena tugu ini merupakan peringatan berakhirnya peperangan. Tak ada lagi peperangan di Indonesia. Tidak ada lagi Intan, Intan lain yang akan menjadi korban. Kami hadir disini karena rasa cinta, dan kami akan tunjukan kepada mereka di pusat bahwa kami cinta damai," ujar Vecky. (merdeka.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.