Rabu, 05 Agu 2026
Peristiwa,
Pencarian Korban Pompong Tenggelam Diperluas Jadi 5 Mil Laut, Dua Pekerja Sagu Masih Hilang di Perairan Meranti
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 05 Agu 2026 09:26
SELATPANJANG â€" Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap dua pekerja sagu yang hilang setelah kapal pompong yang mereka tumpangi tenggelam di Perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Memasuki hari kedua operasi, Selasa (4/8/2026), radius pencarian diperluas menjadi 5 nautical mile (NM) setelah sehari sebelumnya, Senin (3/8/2026), penyisiran dilakukan dalam radius 4 NM.
Perluasan area pencarian dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus maupun pengaruh angin yang terus berubah di lokasi kejadian. Tim SAR Gabungan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lintasan hanyut korban berdasarkan analisis kondisi perairan.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan operasi pencarian terus dimaksimalkan sejak laporan diterima. Tim bergerak menuju lokasi kejadian yang berada di koordinat 0°49'29,26726"N 102°26'1,21312"E.
"Pada hari pertama pencarian, area penyisiran dilakukan dalam radius 4 NM. Memasuki hari kedua, area pencarian diperluas menjadi 5 NM untuk mengoptimalkan upaya menemukan kedua korban yang masih hilang," ujar Prima Harrie Saputra kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Musibah tersebut terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal pompong yang mengangkut empat pekerja penebang sagu berangkat dari Desa Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Mertas untuk bekerja.
Namun, ketika melintasi Perairan Desa Mengkikip, cuaca tiba-tiba berubah ekstrem. Angin kencang disertai gelombang tinggi menghantam kapal hingga oleng ke sisi kiri. Lambung kapal kemudian kemasukan air dan akhirnya tenggelam.
"Kapal berangkat membawa empat pekerja penebang sagu menuju Sungai Mertas. Saat melintasi Perairan Desa Mengkikip, kapal diterpa angin kencang dan gelombang tinggi hingga oleng, kemasukan air, lalu tenggelam," kata Prima.
Dalam situasi darurat tersebut, dua penumpang berhasil bertahan hidup dengan memanfaatkan jeriken minyak yang berada di atas kapal sebagai pelampung darurat hingga akhirnya mencapai lokasi yang aman.
Kedua korban selamat masing-masing Ivan (30) dan Bobi (30), warga Desa Kampung Balak, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
Sementara dua korban lainnya masih belum ditemukan. Mereka adalah Amir (50), nakhoda kapal asal Desa Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, serta Iqbal (25), warga Desa Kampung Balak, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
"Dua korban berhasil selamat setelah menggunakan jeriken minyak sebagai pelampung darurat. Hingga saat ini dua korban lainnya masih dalam pencarian dan menjadi prioritas operasi SAR gabungan," tambahnya.
Operasi pencarian melibatkan enam personel Basarnas, tiga personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, satu personel Ditpolairud Polda Riau, satu personel TNI AL, serta lebih dari 50 warga yang ikut membantu menyisir kawasan perairan sekitar lokasi kejadian.
Selain melakukan penyisiran di laut, Tim SAR Gabungan juga terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat untuk menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan perkembangan arus, arah angin, dan kondisi cuaca di lapangan, sehingga peluang menemukan kedua korban dapat semakin dimaksimalkan.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/pencarian-korban-pompong-tenggelam-diperluas-jadi-5-mil-laut-dua-pekerja-sagu-masih-hilang-di-perairan-meranti.html
komentar Pembaca