Sabtu, 16 Mei 2026
Penjelasan Polisi Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Sumbar Longsor Akibatkan 9 Orang Tewas, Akui Dilema
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 16 Mei 2026 10:09
Sebanyak sembilan penambang yang diduga melakukan aktivitas penambangan emas ilegal meninggal dunia setelah tertimbun longsor di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, Kamis (14/5) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan saat kejadian terdapat 12 pekerja tambang di lokasi. Tiga orang berhasil selamat, sementara sembilan lainnya ditemukan meninggal dunia.
"Hasil koordinasi kami, ada sembilan korban dari 12 pekerja tambang yang berada di lokasi saat kejadian," kata Susmelawati Rosya di Kota Padang dilansir Antara, Jumat (15/5/2026).
Tebing Setinggi 30 Meter Diduga Longsor Mendadak
Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kepolisian, terdapat tebing dengan jarak sekitar 30 meter dari lokasi penambangan. Saat para pekerja sedang beraktivitas, tebing tersebut diduga tiba-tiba longsor dan menimbun para korban.
Proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara bertahap oleh polisi bersama masyarakat setempat. Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas berhasil menemukan dan mengevakuasi lima korban. Sementara empat korban lainnya ditemukan beberapa jam kemudian pada sore hari.
"Ketika ditemukan keluarga langsung membawa jenazah ke rumah masing-masing untuk dimakamkan," ujarnya.
Polisi Akui Penanganan Tambang Ilegal Jadi Dilema
Susmelawati mengatakan Polda Sumatra Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selama ini terus berupaya menangani aktivitas tambang ilegal di berbagai wilayah.
Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pendekatan preventif, sosialisasi, edukasi kepada masyarakat, hingga penindakan langsung di lapangan.
"Dalam bulan ini kita juga turun besar-besaran ke Kota Sawahlunto, Solok dan Pasaman. Semua upaya kita lakukan termasuk mencarikan solusi permanen mengenai permasalahan ini," ujarnya.
Namun demikian, polisi mengakui penanganan tambang ilegal tidak mudah. Sebab, saat operasi dilakukan petugas kerap tidak menemukan aktivitas penambangan. Aktivitas tersebut biasanya kembali berjalan setelah aparat meninggalkan lokasi.
"Ya, ini dilema masalah tambang ilegal seperti itu," ujarnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum merinci identitas sembilan korban meninggal dunia dalam peristiwa longsor tersebut. Polisi masih melakukan pendataan dan koordinasi lebih lanjut terkait insiden tambang ilegal itu(merdeka.com).
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/penjelasan-polisi-tambang-emas-ilegal-di-sijunjung-sumbar-longsor-akibatkan-9-orang-tewas-akui-dilema-573237-mvk.html?page=3
komentar Pembaca