Gian Franco Zola
Kondisi jalur dua arah di Sorek, Kampung Baru yang tak ada rambu peringatan. Mobil truk pengangkut jeruk alami kecelakaan
PELALAWAN - Jalur dua arah di Sorek Satu, tepatnya di titik Simpang MTs, Kampung Baru, Kelurahan Sorek Satu, sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Dinilai, akses dua arah yang dibangun oleh PT MAM menggunakan APBN, salah kaprah. Pasalnya, ada jalur dua arah yang kosong atau terpotong yang menyebabkan pengguna jalan kaget dan menimbulkan kecelakaan hebat.
Ketua RW 04 Kampung Baru, Kelurahan Sorek Satu, M Bakri, Minggu (20/11/2016) mengatakan, bahwa jalur dua arah di Sorek tepatnya di Kampung Baru, persis di Simpang MTs, terkesan aneh. Menurutnya, akibat jalur dua arah yang terpotong sekitar 70 meter lebih, namun didepan ternyata dilanjutkan lagi jalur dua arah.
"Akses dua arah ini terkesan aneh yang menjadi biang kecelakaan bagi pengguna jalan yang baru sekali melintasinya. Semenjak jalur dua arah ini, persis di titik yang aneh itu, telah terjadi kecelakaan sebanyak enam kali," beber M Bakri.
Dijelaskan M Bakri, yang menjadi pemicu seringnya kecelakaan berlalu lintas di Kampung Baru ini, adalah jalur dua arah yang terpotong, disertai di titik yang terpotong tersebut kondisi aspal sudah hancur dan menghasilkan lobang. Kemudian, para pengemudi yang baru sesekali melintasi jalan ini, merasa kaget dan terserobok di depannya ternyata masih ada jalur dua arah.
"Semua jawaban dari sopir yang pernah mengalami kecelakaan itu menyebutkan demikian, mereka kaget usai keluar atau meninggalkan jalur dua arah, tapi didepannya masih ada jalur dua arah. Nah, kondisi jalan aspal yang belum di rigid dan di titik yang belum dua jalur tersebut, kebanyakan pengguna jalan merasa kaget dan ragu, yang berujung terjadinya kecelakaan. Kami berharap kepada kontraktor atau pun pihak yang berkompeten untuk ditinjau kembali jalur dua arah di titik yang kita nilai aneh dan salah kaprah tersebut," pinta M Bakri.
Senada di tambahkan oleh Amirul, warga Kampung Baru yang rumah nya persis di titik sering terjadi laka tersebut. Dikatakannya, penyebab sering terjadinya laka di jalur dua arah Kampung Baru tersebut, selain jalur dua arah yang terpotong, sekitar 70 meter yang tak di rigid, juga terjadi penyempitan jalan, karena aspal yang telah hancur.
"Penyebabnya juga selain jalan aspal yang hancur dan jalur dua arah yang aneh, diperparah tidak adanya marka jalan di titik tersebut. Bila malam hari, pengendara yang baru melintas, pasti tidak mengetahui persis kondisi jalan," jelasnya.
Dilanjutkan Amirul, seperti yang terjadi tadi malam (Sabtu 19/11/2016) mobil truk membawah jeruk, menabrak beton pembatas jalan tersebut. Mobil arah Pekanbaru menuju arah Rengat ini tidak mengetahui persis kondisi jalan, karena bila harus kekiri, badan jalan aspal rusak dan berlobang mengangah, akibatnya lebih memilih jalan aspal yang sempit dan berujung menabrak tembok jalur hijau. Akibatnya mobil terbalik, jeruk tumpah ke jalanan serta alami rusak cukup parah, velg dan ban pecah.
"Seharusnya ada marka jalan atau setidaknya lampu penerangan jalan, agar pengendara bisa lebih hati-hati dan mengetahui kondisi jalan. Tolonglah kepada pihak yang berkompeten untuk segera dibenahi sebelum banyak nyawa melayang," pungkasnya.
Sementara itu, Rommel, kontraktor dari PT MAM, rekanan pelaksana kegiatan rigid dua arah di Sorek Satu, saat dikonfirmasi belum ada jawabannya. (gfz)
Peristiwa