Peristiwa
Tergiur Rp 200 Ribu, Supriyanto Tega Bunuh Pensiunan TNI AL
Jumat, 13 Apr 2018 11:16
Sebelum membunuh Hunaidi, Supriyanto pernah mendatangi rumah korban di Komplek TNI AL Jalan Kayu Manis, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan pada Rabu (4/4) lalu. Dia mengambil uang Rp 3,2 juta dari dompet di rumah korban saat itu.
Aksinya diawali dengan berpura-pura menanyakan alamat kepada korban. Supriyanto menyelinap lewat samping rumah ketika korban sedang lengah, lalu masuk ke dalam dan mengambil uang di dompet korban.
"Setelah diambil pelaku ini pergi. Kemudian esok harinya karena pelaku berpikir di dompet itu ada uang lagi dan pelaku kembali lagi pada hari Kamis (5/4) pukul 18.00 WIB itu mendatangi rumah itu dan pura-pura bertamu," sambungnya.
Supriyanto mengetuk pintu rumah korban yang kemudian dibukakan oleh korban. Korban yang sudah mengenalinya sejak kemarin, langsung menghardikanya.
"Korban ini membuka pintu dan sempat menjawab 'ada apalagi kamu ke sini'," lanjutnya.
Ketika korban membuka pintu, pelaku langsung mendorongnya. Matanya tertuju ke tumpukan uang Rp 200 ribu di meja rumah korban.
"Korban melawan mencoba memegang tangan pelaku dan pelaku mendorong dan membenturkan (korban), (pelaku) mau lari lagi dan korban mencegah dan saat itu pelaku nggak berpikir panjang melawan dan menusukan pisaunya,. Yang pertama ditusuk ke tangan dan dada kemudian tersungkur," paparnya.
Istri korban sempat melihat kejadian itu. Sang istri langsung berlari ke samping rumah dan berteriak meminta tolong warga. Tidak lama warga berdatangan dan mengepung ruman korban, namun pelaku sudah menghilang.
Supriyanto tertangkap tepat sepekan setelah kejadian, pada Kamis (12/4) kemarin. Dia teridentifikasi lewat CCTV. tato pada lengannya yang sempat terekam CCTV juga menjadi petunjuk kuat polisi.
Sebuah kebetulan, polisi pada Kamis (12/4) dini hari itu mengamankan tawuran di Pondok Labu, Cilandak, Jaksel. Dari dua orang yang ditangkap ternyata salah satunya adalah Supriyanto.
Polisi mencurigai Supriyanto adalah pelaku pembunuhan Hunaidi setelah melihat tato di lengannya yang mirip dengan tato pria yang terekam CCTV di dekat rumah korban. Awalnya, Supriyanto mengelak, namun akhirnya dia mengakui pembunuhan itu.
Supriyanto membunuh korban karena ingin menguasai uang korban. Dia mengaku sama sekali tidak punya niat membunuh korban.
"(Uang hasil merampok) buat bayar kosan, beli baju celana. Saya nggak ada niatan untuk membunuh," Supriyanto sambil tertunduk lesu.
(Detik.com) Peristiwa
Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?
JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok
Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?
BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s
Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya
JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan
AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas
JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga
Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T