Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Terima puluhan sopir truk di Istana, Jokowi kaget dengar banyaknya pungli

Peristiwa

Terima puluhan sopir truk di Istana, Jokowi kaget dengar banyaknya pungli

Selasa, 08 Mei 2018 11:15
merdeka.com
Jokowi terima sopir truk di Istana.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima 70 pengemudi truk di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan, Jokowi terkejut mendengar laporan dari para pengemudi truk soal banyaknya pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di jalan.

"Saya kan dengarnya sedikit, ternyata setelah bertanya kepada para pengemudi, para supir ternyata sangat banyak (pungli dan premanisme). Kaget dong," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Selasa (8/5).

Menindaklanjuti laporan dari pengemudi truk, Jokowi langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Wakapolri Komjen Polisi Syafruddin untuk turun ke lapangan. Jokowi ingin pungli dan aksi premanisme dibersihkan.

"Ini langsung saya perintahkan Kapolri, Wakapolri segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, premanisme di jalan sangat meresahkan pengemudi truk. Sedangkan pungli bisa memicu tingginya harga barang yang seharusnya tidak terjadi.

"Premanisme dan pungli ini mengakibatkan adanya cost-cost tambahan yang seharusnya tidak perlu. Dan itu dirasakan sopir truk sangat mengganggu, sangat mengganggu sekali," ucap dia.

Saat berdialog dengan para pengemudi truk, Jokowi mendapat banyak laporan mengenai aksi premanisme dan pungli mulai dari Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat sampai Aceh. Salah satu pengemudi truk mengaku kerap menghadapi preman yang meminta uang saat membawa barang dari Aceh ke Pekanbaru.

Tak hanya dilakukan oleh preman, pungli juga dilakukan oleh oknum polisi. Namun oknum polisi disebut meminta uang yang terbilang kecil ketimbang oknum dinas perhubungan setempat.

"Paling rawan lintas timur Sumatera, perbatasan Aceh sampai Medan, melalui Bagan Batu, Binjai, paling banyak preman. Batasnya sampai Pekanbaru. Habis Pelalawan Riau, itu mobil saya sampai dibakar sama premanisme. Lalu perbatasan Jambi sampai Palembang,"jelas salah satu pengemudi truk kepada Jokowi.

"Setelah masuk Sumsel, yang namanya bedeng seng, yang ada stiker di bak mobil. Setelah itu kalau di bedeng seng kalau kita lewat aja, itu wajib bayar. Kalau enggak, kaca pecah, kalau enggak golok sampai di leher. Atau enggak ranjau paku," sambung dia.

(Merdeka.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.