Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Terkubur Lumpur Banjir Bandang di Bogor, 7 Kendaraan Belum Dievakuasi

Peristiwa

Terkubur Lumpur Banjir Bandang di Bogor, 7 Kendaraan Belum Dievakuasi

Senin, 09 Apr 2018 10:46
Liputan6.com
Sejumlah mobil dan tujuh sepeda motor terseret banjir bandang di Jalan Raya Puncak Pinus, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Bogor (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Jakarta - Sekitar lima mobil dan tujuh sepeda motor terseret banjir bandang di Jalan Raya Puncak Pinus, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu petang. Dari jumlah tersebut, sebagian masih belum berhasil dievakuasi.

"Empat motor dan satu mobil sudah berhasil dievakuasi dari banjir bandang. Tinggal tujuh kendaraan yang belum," kata Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Fransisco, Senin (9/4/2018).

Proses evakuasi kembali dilanjutkan Senin pagi ini, mengingat kendaraan tersebut tertutup lumpur tebal dan batu setelah sempat terseret sejauh sekitar 100 meter hingga 200 meter.

"Kondisi medannya juga cukup berat, karena kendaraan tersebut terseret dan tertutup lumpur di sekitar bantaran sungai," kata Fransisco.

Menurut Fransisco, kendaraan tersebut terseret saat melintas maupun tengah parkir di sekitar warung. Banjir bandang juga menghantam sejumlah warung yang juga sebagai tempat tinggal warga.

Bahkan, seorang pemilik warung bernama Mari (69) tewas terseret air bah.

Tak hanya itu, akses menuju ke Cipanas, Cianjur pun masih terputus akibat jembatan yang melintang di atas Sungai Cipamingkis ambruk diterjang banjir bandang.

"Tadi sore baru bisa dilalui kendaraan roda dua, setelah tim gabungan dibantu warga gotong royong membuat jembatan darurat," ungkap Fransisco.

Fransisco menyebutkan, banjir bandang terjadi akibat kerusakan hutan di wilayah hulu Sungai Cipamingkis. "Kami pantau kawasan hutan terus berkurang," kata Fransisco.

Karena itu, ia mengimbau pemerintah daerah dan Kementerian Lingkungan Hidup segera turun tangan memperbaiki kondisi hutan di kawasan hulu Sungai Cipamingkis ini.

"Kami imbau warga maupun pengusaha kalau mendirikan usaha tidak merusak alan," imbau Fransisco.


(Liputan6.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.