Tertinggal saat Ibu & Kakaknya Selamatkan Diri, Balita Tewas dalam Kebakaran
admin
Sabtu, 05 Sep 2020 14:32
Kebakaran yang menghanguskan 3 rumah di Lempake Tepian RT 01 Gunung Lingai, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (4/9) malam, menewaskan seorang balita, FB (4). Sebelumnya, korban terjebak setelah sempat pingsan akibat menghirup asap tebal.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 22.00 Wita. Belum diketahui pasti sebab kebakaran. Namun saat api berkobar, 1 keluarga terdiri dari ibu dan 5 anaknya, sempat terjebak di dalam rumah.
"Waktu kejadian api berkobar, 1 keluarga ini lagi tidur. Rumah dikunci, tapi kuncinya dicabut dan disimpan. Bangun, panik cari kunci," kata salah seorang relawan INAFIS Polresta Samarinda, Ferdi, dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (5/9).
Di tengah kobaran api yang sudah membesar, ibu dan 4 anaknya, berhasil keluar rumah setelah menemukan kunci. "Satu anak lagi, anak yang keempat, tertinggal. Dari informasi keluarganya, korban (balita FB) pingsan karena menghirup asap," ujar Ferdi.
Peristiwa memilukan itu tidak bisa terhindarkan. Tiga rumah menyisakan puing, setelah hampir 1 jam kemudian berhasil dipadamkan. Saat dicari tim pemadam dan relawan kebencanaan, jasad korban balita FB, ditemukan tertimbun puing dalam kondisi mengenaskan.
"Jadi 6 orang satu keluarga ini, 1 meninggal (korban balita FB), dan 5 orang lainnya luka bakar. Termasuk ibu dari kelima anaknya," terang Ferdi.
Sekira pukul 00.05 Wita dini hari tadi, jenazah balita Fb, dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjachranie untuk keperluan visum kepolisian.
"Tiga rumah yang terbakar, dihuni sekitar 15 jiwa. Korban balita yang meninggal, dimakamkan siang hari ini," kata salah seorang koordinator relawan kebencanaan Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto.
Penyebab Diduga dari Obat Nyamuk Elektrik
Sementara itu, polisi memeriksa 5 saksi. "Ada 5 saksi kami mintai keterangan, dari tadi malam. Seperti, saksi warga yang membantu mengevakuasi korban," kata Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro, kepada merdeka.com.
Penyelidikan sementara, keenam orang dalam rumah itu, sempat terjebak dalam rumah. "Dugaan sementara, api dari arah dapur, menjalar ke depan pintu depan. Panik, dari 5 anaknya ibu ini, 1 anak tidak sempat diselamatkan," ujar Rengga.
Rengga menerangkan, dari keterangan saksi korban, dugaan sementara kobaran api disebabkan korsleting listrik. "Ada keterangan dari saksi korban, saat kejadian, sedang memakai alat elektrik obat nyamuk," ungkap Rengga.
Dijelaskan, saat ini dibantu Polresta Samarinda, masih melakukan olah tempat kejadian perkara. "Kami masih ke TKP, dibantu tim INAFIS Polresta. Ada direncanakan mendatangkan tim Puslabfor Polri. Sementara masih nunggu hasil dari tim," demikian Rengga.