Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Politik
  • Akui Sempat Berutang,Sekda Meranti Utamakan Penghematan,Efisiensi dan Efektifitas Susun RAPBD 2021

Akui Sempat Berutang,Sekda Meranti Utamakan Penghematan,Efisiensi dan Efektifitas Susun RAPBD 2021

Admin
Kamis, 26 Nov 2020 11:09
pekanbaru.tribunnews.com
Sekda Kepulauan Meranti, Dr. Drs. H Kamsol MM menyampaikan jawaban kepala daerah terhadap pandangan umum Fraksi DPRD terkait Nota Keuangan RAPBD tahun anggaran 2020 di DPRD, Selasa (24/11/2020) malam

KEPULAUAN MERANTI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, Dr Drs H Kamsol MM, menyampaikan jawaban kepala daerah.

Terhadap pandangan umum Fraksi DPRD terkait Nota Keuangan RAPBD tahun anggaran 2020 di DPRD Kepulauan Meranti, Selasa (24/11/2020) malam.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Ardiansyah SH MSi.

Didampingi Wakil Ketua I DPRD H Khalid Ali SE, dan Wakil Ketua II Iskandar Budiman SE, serta dihadiri 19 anggota DPRD Kepulauan Meranti.

Dalam pidato Bupati yang dibacakan, Sekda H Kamsol mengucapkan terima kasih terhadap saran, masukan dan usulan anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Yang telah memberikan dukungan sepenuhnya atas penyampaian Ranperda tentang APBD tahun anggaran 2021.

Terhadap pemandangan umum fraksi PAN tersebut, kata H Kamsol, secara umum dapat disimpulkan.

Bahwa penghematan, efisiensi dan efektifitas merupakan salah satu fokus pemerintah daerah (pemda) dalam penyusunan dokumen RAPBD tahun anggaran 2021.

Dengan tetap memprioritaskan belanja yang memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap penanganan pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkan dari pandemik tersebut.

Upaya yang bersifat koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terus dilakukan.

Untuk memperoleh dukungan seperti bantuan keuangan dan belanja yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baik berupa fisik maupun non fisik sehingga upaya untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terwujud.

Selanjutnya, menanggapi pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan, dikatakan Sekda, bahwa Pemkab Kepulauan Meranti dalam merumuskan APBD tahun 2021.

Telah menformulasikan bentuk bantuan usaha masyarakat seperti sarana dan prasarana pertanian, perikanan, perkebunan serta bentuk-bentuk lain berupa pelatihan dan pembukaan lapangan pekerjaan baru.

Sehingga upaya untuk mewujudkan kemandirian dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

"Pelaksanaan program dan kegiatan di Kabupaten Kepulauan Meranti juga telah dilaksanakan secara baik. Hal ini terbukti dengan diperolehnya predikat wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan RI selama 7 tahun berturut-turut," jelas Kamsol.

Di samping itu, Pemda Kepulauan Meranti juga sangat sepakat dengan saran yang disampaikan oleh Fraksi PDI Perjuangan terkait APBD 2021.

Diharapkan untuk diarahkan pada program pemulihan daya beli masyarakat dengan program pro rakyat seperti program padat karya, ekonomi kerakyatan dan lain sebagainya.

Hal ini menurutnya telah diaplikasikan pada APBD tahun 2020.


Jawaban pada Fraksi Golkar Plus Hanura

Kemudian, menanggapi pandangan umum Fraksi Golkar Plus Hanura, dijelaskan Sekda, bahwa pada prinsipnya pemda sangat setuju terkait pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Namun, untuk Jalan Selat Akar menuju Bandul merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.

Sehingga Pemkab Kepulauan Meranti hanya dapat berupaya dalam mengusulkan finalisasi pengerjaan jalan tersebut.

"Sementara untuk ruas lainnya yang merupakan kewenangan kabupaten, telah kamu anggarkan dalam APBD tahun anggaran 2021," bebernya.

Kamsol juga menjelaskan bahwa pembangunan Gedung Kantor Bupati dan Gedung Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun 2021 belum dapat dianggarkan.

Hal ini dikarenakan oleh masih terbatasnya tingkat kemampuan keuangan daerah.

Berkaitan dengan perhatian untuk sekolah agama dan sekolah swasta, disampaikan H Kamsol, bahwa Pemkab Kepulauan Meranti telah mengalokasikan anggaran.

Untuk membantu sekolah-sekolah agama dan swasta tersebut pada APBD tahun anggaran 2021.

Hal ini tentu saja disesuaikan dengan tingkat kemampuan keuangan daerah yang dimiliki.


Jawaban pada Fraksi Kebangkitan Bangsa

Menyikapi adanya keinginan fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, agar persoalan pembukaan lapangan kerja harus dituangkan secara fokus di dalam APBD 2021.

Menurutnya perlu diapresiasi oleh semua pihak.

Apa yang tertuang di dalam APBD tersebut diharapkan berdampak dan berimplikasi secara signifikan terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat itu sendiri.

"Kami sepakat dan sependapat dengan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, yang menghendaki agar penanganan Covid-19 tetap dilanjutkan."

"Dan kita sama-sama berharap agar musibah Covid-19 ini segera berakhir sehingga semua anggaran yang telah diploting untuk keperluan lain tidak mengalami pergeseran," bebernya.


Jawaban pada Fraksi Gerindra

Sekda juga terima kasih atas dukungan penuh Fraksi Gerindra terhadap upaya pemda dalam rangka meningkatkan PAD Kepulauan Meranti.

Mengenai penentuan target PAD yang didasarkan kepada perhitungan sarana dan prasarana SDM aparatur pengelola.

Di samping capaian tahun sebelumnya dalam penentuan target, menurutnya pada prinsipnya hal tersebut merupakan masukan berarti yang memang harus dipahami bersama.

Menjawab pertanyaan Fraksi Gerindra yang mempertanyakan mengapa Pemkab Kepulauan Meranti sampai berhutang.

Dan jenis-jenis kegiatan serta bagaimana cara melakukan pembayaran terhadap utang tersebut.

Sekda menjelaskan bahwa timbulnya utang Pemkab Kepulauan Meranti kepada pihak ketiga dikarenakan pemkab tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh pihak ketiga.

"Ketidakmampuan ini dikarenakan terjadinya tunda salur dana perimbangan dari pemerintah pusat yang sebelumnya telah dialokasikan untuk pembayaran pengerjaan kegiatan tersebut," sebutnya.


Tanggapan pada Fraksi Demokrat

Menanggapi pandangan umum Fraksi Demokrat, yang menilai pengkajian potensi pendapatan daerah masih lemah, Sekda, menyampaikan strategi dan upaya peningkatan PAD secara umum diklasifikasikan ke dalam upaya intensifikasi dan ekstensifikasi PAD.

Pada aspek intensifikasi PAD, Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPPRD mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam optimalisasi pajak.

Melalui penggunaaa tappingbox dan cash register pada sektor-sektor potensial seperti di hotel, rumah makan, kafe dan tempat-tempat hiburan.

"Pada aspek ekstensifikasi dilakukan upaya-upaya peningkatan koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk kepada instansi vertikal untuk dapat meningkatkan pendapatan pada sektor-sektor potensial seperti sektor pajak walet," sampainya.

Dikatakan Sekda, bahwa koordinasi yang maksimal lintas sektoral untuk menyelesaikan persoalan tata ruang pada lokasi-lokasi kilang sagu dan perkebunan-perkebunan masyarakat lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan hutan.

Diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak maupun retribusi.

Upaya peningkatan PAD juga dilakukan melalui optimalisasi aset-aset daerah yang memiliki prospek dan peluang besar dalam meningkatkan PAD seperti Sentra Industri Sagu di Sungai Tohor serta Balai Benih Ikan di Desa Gogok.


Tanggapan pada Fraksi Partai Persatuan Pembangunan

Terhadap pandangan umum Fraksi Partai Persatuan Pembangunan pula, disampaikan Sekda, bahwa sektor pemeliharaan jalan menjadi salah satu prioritas utama pada tahun 2021.

Perbaikan-perbaikan jalan poros kabupaten dan lingkungan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat akan ditekankan melalui mekanisme swakelola yang dinilai lebih efektif dan efisien.

Selain itu, metode swakelola dalam perbaikan dan pemeliharaan jalan juga memberikan dampak yang luas dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal di mana para pekerja yang direkrut berasal dari warga tempatan.

"Untuk aspek kesehatan, ketersediaan sarana prasarana, sumber daya petugas medis dan penunjang pelayanan kesehatan tetap menjadi perhatian pemda."

" Kualitas pelayanan kesehatan dapat dilihat dari peningkatan sarana prasarana Puskesmas di beberapa kecamatan yang telah bertransformasi menjadi Puskesmas rawat inap 24 jam."

"Serta upaya maksimal pemda dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD melalui peningkatan akreditasi RSUD dari D menjadi C," terangnya.

Begitu juga dalam upaya pemenuhan jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi masayarakat.

Kata Sekda, mengingat sektor utama penunjang perekonomian masyarakat berasal dari sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Maka pemda tetap mengutamakan stimulus perekonomian melalui bantuan-bantuan sarana dan prasarana produksi pada sektor-sektor tersebut.

"Selain itu, bantuan-bantuan untuk stimulus ekonomi juga diarahkan pada UMKM dan sektor-sektor usaha hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan yang dikelola oleh masyarakat maupun kelompok masyarakat," sebutnya.


Jawaban pada Fraksi Gabungan PKS-Nasdem

Terakhir, Sekda H Kamsol mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Fraksi Gabungan PKS-Nasdem.

Dia berharap sinergitas antara legislatif dan eksekutif tetap berkelanjutan terutama dalam proses pembahasan ranperda APBD tahun anggaran 2021 ini.

Sehingga, harapan bersama bisa menjadi acuan dalam menjawab semua persoalan.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.