Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Fadli soal tampang Boyolali: Tidak ada maksud menghina, justru merasa dekat

Politik

Fadli soal tampang Boyolali: Tidak ada maksud menghina, justru merasa dekat

Selasa, 06 Nov 2018 15:50
Merdeka.com
JAKARTA - Pidato Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyinggung 'tampang Boyolali' berakhir tidak baik, lantaran disangka menghina masyarakat Boyolali. Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, pidato Prabowo tidak maksud menghina melainkan ungkapan kedekatan dengan masyarakat di sana.

"Apa yang disampaikan oleh Prabowo itu adalah gaya retorik, tidak ada maksud menghina atau menjelekkan. Justru Pak Prabowo mengasosiasikan dekat dengan masyarakat Boyolali, sehingga bisa memberikan satu ruang yang tidak ada jarak dan itu menggambarkan kedekatan," ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa(6/11).

"Jadi jangan diinterpretasikan berbeda. Kalau sudah dekat ya ngomongnya kayak orang yang akrab lah. Pak Prabowo itu merasa dekat dengan masyarakat Boyolali," lanjutnya.

Dia juga menuturkan, Prabowo sesungguhnya ingin menggambarkan kondisi ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut mungkin saja bisa terjadi dimana-mana bukan hanya Boyolali.

"Maksudnya itu mau menggambarkan bagaimana ketimpangan itu masih cukup besar dan terjadi dimana-mana, bukan cuma di Boyolali," ucapnya.

Menurutnya ucapan Prabowo tidak perlu dibesarkan, karena konteks ucapan tidak untuk menghina.

"Jadi saya kira kalau itu dilaporkan, kita nanti banyak hal yang harus dilaporkan ya. Jadi lapor melapor, walau pun itu hak setiap orang tetapi harus dilihat konteksnya berbicaranya juga," tegasnya.

Sementara itu, ribuan warga Boyolali yang sempat melakukan demo pada Minggu (4/11) menuntut agar Prabowo meminta maaf atas ucapannya itu, sampai saat ini belum direspons oleh Prabowo.

Fadli mengungkapkan meminta maaf bila ada maksud menghina, namun apa yang dilakukan Prabowo tidak demikian.

"Makanya kalimat jangan dipotong-potong ya, kalau minta maaf Pak Prabowo itu enggak ada maksud ya menghina. Selama ini juga gaya bicara dia juga gaya bicara retorik, tidak ada kalimat yang menghina secara spesifik," tandasnya.


(merdeka.com)

Politik
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 16:51

    3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing

    Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:48

    Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026

    PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:43

    Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal

    BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:29

    Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu

    TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:26

    Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026

    BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor