Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • NasDem: Jokowi Ingin Rakyat Lawan Politik Genderuwo

Politik

NasDem: Jokowi Ingin Rakyat Lawan Politik Genderuwo

Jumat, 09 Nov 2018 14:32
Detik.com
Jakarta - Presiden Joko Widodo berbicara soal politik genderuwo. Partai NasDem menyebut Jokowi punya niat yang sangat baik terkait politik genderuwo.

"Itu bahasa yang dipahami oleh rakyat kecil. Simbol daripada keburukan dan simbol yang kemudian menakutkan itu di dalam masyarakat kecil disebut genderuwo. Itu semua masyarakat terutama di Pulau Jawa paham tentang apa maknanya genderuwo tersebut," ujar anggota Dewan Pakar NasDem Teuku Taufiqulhadi saat dihubungi, Jumat (9/11/2018).

Menurut Taufiqulhadi, diksi genderuwo sangat mudah dipahami masyarakat. Genderuwo sangat ditakuti masyarakat.

"Dia dipahami oleh anak-anak dan sebagainya itu adalah sebuah bentuk yang paling mengerikan. Kalau kita bilang tentang genderuwo itu adalah namanya ketakutan, jadi menakutkan. Kalau kita bilang genderuwo, itu menakutkan," ucap Taufiqulhadi.

Anggota Komisi III DPR itu menegaskan, Jokowi ingin masyarakat tidak takut dengan politik genderuwo. Terkadang, ada propaganda yang disebarkan pihak tertentu yang isinya menakuti rakyat.

"Kalau tidak dicegah, akan membuat orang ketakutan seakan-akan benar. Karena itu Pak Jokowi ingin mencegah hal tersebut dengan bahasa yang dipahami rakyat tersebut bahwa itu tidak benar. Jadi menurut saya itu masih dalam koridor yang dapat dibenarkan agar rakyat kecil itu mengetahuinya," tegas Taufiqulhadi.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan antarsesama masyarakat. Jangan sampai terpengaruh dengan politik yang suka menakut-nakuti.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti," kata Jokowi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hari ini.

"Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja kok ditakut-takuti. Iya tidak? Masyarakat senang-senang kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali. Jangan sampai propaganda ketakutan menciptakan suasana ketidakpastian, menciptakan munculnya keragu-raguan," imbuhnya.


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 16:51

    3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing

    Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:48

    Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026

    PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:43

    Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal

    BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:29

    Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu

    TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:26

    Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026

    BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor