Politik
Prabowo siap jadi capres, suara parpol oposisi di pileg terselamatkan
Kamis, 12 Apr 2018 10:55
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden. Mantan Danjen Kopassus itu menerima mandat dari para kadernya dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) Gerindra di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (11/4) kemarin.
Direktur Institute for Transformation Studies (Intrans) Andi Saiful Haq menilai, keputusan tersebut dinilai tepat. Sebab, Prabowo merupakan tokoh yang tidak hanya mewakili Gerindra, melainkan konsensus politik tak tertulis koalisi oposisi bersama PKS dan PAN.
Sejak Pilpres 2014 lalu, menurut Andi, sosok Prabowo sebagai representasi 'bukan Jokowi'. Karenanya, jika mengusung calon lain, oposisi maka akan kehilangan legitimasinya dalam pemilu yang diadakan serentak.
"Konsistensi Prabowo sudah terlanjur menjadi narasi di seluruh basis-basis yang 'bukan Jokowi' termasuk konstituen parpol-parpol oposisi yang masih tersisa di KMP (koalisi merah putih)," ujar Andi dalam siaran persnya, Kamis (13/4).
Hal ini, kata Andi, berdampak kepada elektabilitas partai politik pengusungnya. Kalau koalisi tidak konsisten mendukung tokoh yang telah jadi ikon, juga setia dalam jalur oposisi pemerintah, maka dukungan terhadap partai akan tegerus kala Pileg, karena ketidakpercayaan masyarakat. Hal sama pun diterapkan PDIP dan kawan-kawan, yang segera mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo.
"Akibatnya elektabilitas partai-partai oposisi akan menurun, karena publik melihat elite partai menunjukkan inkonsistensi dan hanya memikirkan diri sendiri. Di beberapa Pilkada, inkonsistensi dalam memilih calon kepala daerah dan memilih koalisi berakibat fatal pada elektabilitas parpol saat pileg tiba. PDIP sudah menyadari lebih dulu, elektabilitas mereka akan anjlok jika tidak mengusung Jokowi," jelas Andi.
Fenomena ini pernah terjadi dalam Partai Demokrat kala Pilpres 2019. SBY yang merupakan ikon partai, tidak tegas dan berakibat terjunnya elektabilitas. Hal sama pun bisa dialami Gerindra, PKS, PAN jika mengusung tokoh selain Prabowo.
Meski ada kemungkinan Prabowo akan kalah lagi, Andi melihat setidaknya hal itu akan menyelamatkan suara partai. Apalagi saat ini mengancam PKS dan PAN keluar dari parlemen dengan PT 4 persen. Atau bahkan, tidak menutup juga memenangkan pilpres dan pileg.
"Minimal suara mereka tidak akan tergerus akibat kehilangan kredibilitas dalam memilih capres. Atau jika tetap nekat mengusung Capres lain, kemungkinan menang di Pilpres juga belum bisa dipastikan, namun yang pasti akan banyak kehilangan suara di Pileg," tutup Andi. Politik
Tak Lagi Ala Militer, Intip Konsep Baru Pembekalan Peserta SPPI
Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), menjadi latihan pembekalan bel
Rekrutmen Anggota Dewan Harus Dibenahi, Saatnya Indonesia Memiliki UU Etika Penyelenggara Pemerintahan
JAKARTA-Wafatnya dokter Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, setelah diduga mengalami tekanan, ancaman, dan intimidasi dari tiga oknum anggota DPRD, dinilai bukan sekadar k
PHR Tuntaskan Pemulihan 20 Lokasi Tanah Terkontaminasi Minyak, 43 Lokasi Masih Berproses
PEKANBARU-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus mempercepat program pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Hingga saat ini, perusahaan telah menyelesaikan pemulihan di
Ketua DPC Granat Inhil Beri Piagam Penghargaan untuk Kapolres dan Kasat Narkoba
INDRAGIRI HILIR-- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan piagam penghargaan yang spesial kepada Kapolres AKBP Farouk Oktora d
Sekolah Swasta di Pekanbaru Gratis, Ketua DPRD Minta Pemerataan Mutu Pendidikan
PEKANBARU â€" Kebijakan Pemko Pekanbaru yang membiayai pendidikan siswa kurang mampu di sekolah swasta mendapat apresiasi dari DPRD Kota Pekanbaru.Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis un