Minggu, 03 Mei 2026
Kritik 12 Tahun Pemda,
Tengku Azmun Sampaikan Sikap Politiknya, Menangkan HT untuk Pilkada Pelalawan
Laporan: Febri. S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 20 Apr 2020 16:10
PELALAWAN - Tengku Azmun Jaafar yang dijuluki bapak pembangunan Kabupaten Pelalawan menyampaikan sikap politiknya, untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Pelalawan. Sikap politik tersebut adalah turun gunung memenangkan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Husni Tamrin dan Edy Sabli.
Hal ini disampaikan mantan bupati Pelalawan ini secara resmi melalui konfrensi Pers yang di gelar diposko utama pemenangan pasangan HT, jalan Mahadiraja Indra, Pangkalan Kerinci, Senin (20/4/2020).
Konfrensi Pers ini cakap Azmun, adalah untuk pertama kalinya, setelah dirinya bebas setelah menjalani proses hukum. Tidak itu saja, konfrensi ini adalah untuk melepas rindu dan rasa kangen dengan insan pers dikabupaten Pelalawan. "Jadi kini saya bersama pak Marwan, sudah tidak ada masalah lagi. Meskipun sewaktu saya masuk diwarnai pemberitaan dan ketika saya keluar tak ada berita. Tapi tak ada masalah. Kami berdua turun lagi ke Pelalawan ingin mengatur situasi politik di Pelalawan," terangnya.
Oleh karena itu, dirinya, memiliki komitmen politik. Komitmen politik kami berdua dengan Marwan Ibrahim, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat dengan sejarahnya. Negeri yang besar adalah negeri yang ingat akan sejarah.
Kenapa dikatakan demikian, kata Azmun sewaktu dirinya, berada didalam penjara, datang Husni Tamrin dan Edy Sabli bersama ketua tim pemenangan Marwan Ibrahim. Mereka ini, memohon pamit untuk mencalonkan sebagai kandidat kepala daerah Pelalawan.
Kata-kata ini tegas Azmun, sangat menyentu dirinya. Sebab kabupaten Pelalawan memiliki sejarah panjang setelah pemekaran dari kabupaten induk. "Tamrin mengakui adanya, tokoh-tokoh penting pendiri kabupaten Pelalawan. Iapun berkunjung dan bersilahturahmi kepada tokoh-tokoh meminta doa restu," urainya.
Alasan berkomitmen terlibat memenangkan HT pada Pilkada Pelalawan tegas Azmun, lantaran ia ingin kabupaten Pelalawan lebih mantap dari sekarang ini.
12 tahun kabupaten Pelalawan setelah peninggalan dirinya, Tengku Azmun berterus terang tidak terlihat suatu perkembangan. Walaupun, ada akan tetapi tidak menyeluruh dan dirasakan oleh masyarakat.
Contoh kecil saja, di Pangkalan Kerinci sebut Azmun masalah keamanan, masalah ekonomi, masalah banjir, ini harus didengar oleh Balon Husni Tamrin yang berpasangan dengan Edi Sably. Begitu juga masyarakat Sorek, Ukui, Kuala Kampar, dan diseluruh kecamatan harus didengar keluhannya.
"Jangan ada satu kelompok dan satu daerah saja yang diperhatikan, tapi harus menyeluruh," tegasnya.
Pada kesempatan itu, ia menyayangkan banyak agenda-agenda kabupaten Pelalawan yang tidak terekpos. Dia hanya mulut kemulut saja, bahkan tidak ada yang berani mengkritik. Padalah kritik ini merupakan kontrol sosial bagi daerah.
Salah satu contoh misalnya, kata masalah kasus Langgam Power, sampai sekarang tak jelas. Begitu juga status lahan danau Tajwid, sampai sekarang sebut Azmun tak jelas. Selaian itu pula menyangkut lahan Teknopolitan sampai sekarang pun tidak jelas.
Meskipun sudah mendatangkan berbagai menteri tegas Azmun, apa pembangunan yang didapat oleh Pemda Pelalawan dan apa yang dinikmati oleh masyarakat Pelalawan. Begitu juga pembangunan pasar Sorek sampai saat ini tak jelas peruntukkannya.
"Maaf cakap intinya, 12 tahun kita tinggalkan kabupaten Pelalawan, jumlah jalan berlobang banyak itu juga," tandasnya, seraya mematenkan diri untuk memenangkan HT pada Pilkada.***
komentar Pembaca