Politik
Titiek Singgung Jokowi Bohong, Inas: Jangan Cuma Mau Sang Mantan Menang
Rabu, 14 Nov 2018 13:35
Inas awalnya mengatakan pernyataan Titiek yang menyinggung soal impor lebih karena ketidaktahuan akan data. Inas memerinci alasan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) melakukan sejumlah kebijakan impor.
"Titi (Titiek, red) kayaknya nggak tau deh, kalau permintaan cangkul tiba-tiba meningkat lalu produksi nasional nggak mencukupi, agar produktivitas pertanian tidak terhambat, maka harus segera di-import dong! Itu terjadi pada bulan Desember 2016 di mana dari total izin impor kepala cangkul 1,5 juta unit, tapi realisasinya ternyata hanya 86.190 unit," kata Inas saat dikonfirmasi, Rabu (14/11/2018).
Inas lanjut memerinci kebijakan impor sejumlah komoditi pada 2018. Kebijakan tersebut diambil, lanjut Inas, karena ada kaitannya dengan musim kemarau.
"Dengan musim kemarau yang panjang di 2018, banyak petani yang gagal panen, di mana kondisi tersebut selalu terjadi setiap tahun termasuk di era bapaknya Titi (Titiek, red) juga! Nah kalau stok beras diperkirakan akan kurang, tentunya harus import dong demi kepentingan rakyat! Wong zaman Soeharto juga kalau stok beras kurang selalu di-import kok! Mosok sekarang nggak boleh?" sebut Inas.
Akhir kata, Inas menyindir Titiek. Dia berbicara soal 'mantan' politikus Partai Berkarya itu.
"Begitu loh Titi (Titiek, red), cara menghitungnya. Jangan buru-buru pengin sang mantan menang ya," imbau Ketua Fraksi Hanur DPR itu.
Sebelumnya diberitakan, Titiek mengulas janji Jokowi-JK 3 tahun lalu bahwa akan swasembada padi, jagung, dan kedelai.
Di depan peserta temu relawan lintas ormas pendukung Prabowo-Sandiaga Uno di Kota Cilegon, Banten, Titiek memaparkan bahwa padi, jagung, dan kedelai hari ini masih impor. Padahal, kata dia, Jokowi pernah janji akan swasembada ketiga jenis pangan tersebut. Nyatanya, klaim Titiek, pemerintah malah melakukan impor.
"Bayangkan kita negara yang kaya raya diberi tanah yang subur oleh Allah apa saja bisa tumbuh ini malah beras, jagung, cabe aja impor kemudian garam impor, cangkul aja impor orang Banten," lanjutnya.
Dari penjabaran itu, Titiek lantas menyinggung janji Jokowi yang tak ditepati. "Jadi kalau ada orang janji terus nggak ditepati namanya apa?" tanya Titiek kepada hadirin.
3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing
Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP
Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026
PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l
Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal
BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D
Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu
TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk
Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta