Minggu, 03 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • BKKBN Riau Gelar Pemilihan Duta Genre dan Genre Riau Award Tahun 2022

BKKBN Riau Gelar Pemilihan Duta Genre dan Genre Riau Award Tahun 2022

Admin
Sabtu, 26 Feb 2022 14:58
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU -- Pihak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau menggelar Pemilihan Duta Genre Tahun 2022 dan Apresiasi Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) percontohan segmentasi usia melalui Genre Riau Award tahun 2022, di Grand Central Hotel Pekanbaru, Kamis (24/2/2022) malam.

Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Dra Magdalena Wati Yulia M Si mengatakan, jumlah remaja di Indonesia menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Ragam tantangan yang dihadapi oleh para remaja, dan hal tersebut harus menjadi perhatian bersama agar mereka tidak salah dalam pergaulan.

"Godaan dan tantangan dihadapi remaja sangat banyak. Karena itu diharqpkan seluruh kelompok masyarakat bisa memberikan perhatian kepada remaja. Juga merupakan peran dari BKKBN untuk mempersiapkan generasi muda agar semakin baik," kata Magdalena dalam sambutannya.

Sementara itu, Asisten III Setdaprov Riau Joni Irwan yang hadir dan membuka kegiatan tersebut menyampaikan, pihaknya menyambut baik kegiatan Pemilihan Duta Genre Tahun 2022 tersebut.

"Kami sambut baik kegiatan Genre 2022 ini. Harapan kami, duta yang telah terpilih nantinya akan menjadi rule model untuk berikan edukasi serta sosialisasi kepada rekan-rekan mereka, terkait persoalan masalah yang banyak dihadapi anak remaja saat ini," imbuhnya.

Deputi KSPK BKKBN, Nopian Andusti, SE, MT yang hadir secara virtual dalam kesempatan itu menyapa seluruh hadirin yang hadir di ballroom Grand Central Hotel Pekanbaru tersebut, sembari meneriakkan yel-yel.

Ia juga menerangkan, begitu banyak risiko menikah diusia dini jika dilakukan, di antaranya emosional remaja yang belum stabil, risiko kematian janin di kandungan, stunting, dan lainnya.

Dikatakannya, seorang remaja masih banyak membutuhkan nutrisi dan gizi dalam pertumbuhannya. Ketika ia hamil, maka akan terjadi persaingan atau perebutan gizi dengan janin yang dipandang, karena itu cukup banyak terjadi stunting atau kematian kandungan, dan risiko lainnya.


"Selain itu, remaja ketika ada masalah mereka lebih nyaman bercerita kepada teman sebaya daripada ke orangtua juga guru konseling, maka dari itu, peran duta sangat diperlukan. Berikan saran kalian ke remaja lain itu akan selamatkan mereka, dan kalian telah menjadi pahlawan bagi teman kalian," tuturnya.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.