Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Sosial
  • DPRD dan Disdik Bengkalis Sosialisasikan Perda Pendidikan di Masa Pandemi Corona

DPRD dan Disdik Bengkalis Sosialisasikan Perda Pendidikan di Masa Pandemi Corona

Admin
Senin, 09 Nov 2020 13:55
Riauterkini.com
DURI - Diawali pada Senin (9/11/20) hingga tiga hari kedepan, seluruh Anggota Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis didampingi Dinas Pendidikan turun gunung mensosialisasikan Peraturan daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan semasa Pandemi Corona Virus Disease (Covid - 19) yang telah berjalan 10 bulan.

Seperti yang berlangsung dikediaman Anggota DPRD asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sanusi SH, MH. Puluhan masyarakat Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis tampak antusias mendengarkan paparan yang disampaikan Rosmiati M.Pd dari Korwilcam Pendidikan Kecamatan Mandau.

"Selama tiga, kegiatan ini dilaksanakan guna mensosialisasikan Perda Kabupaten Bengkalis, dibantu Kesekwanan dan Disdik Bengkalis, diharapkan masyarakat paham dengan kondisi saat ini serta memahaminya,"harap Anggota Komisi I, Sanusi SH, MH.

Selama Pandemi Corona, seluruh siswa yang menjalani pendidikan, dipaksa harus menjalani Proses Belajar Mengajar (PBM) dirumah masing masing dengan sistem Virtual ataupun Zoom melalui sambungan alat komunikasi.

"Lebih kurang sepuluh bulan PBM dilakukan secara Belajar di Rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh. Baik melalui sistem daring, luring ataupun blendit. Namun aturan tersebut belum berlangsung maksimal dikarenakan butuh peran serta orang tua,"paparnya.

Namun saat sesi tanya jawab dilakukan, sejumlah paparan dan kekhawatiran akan wabah asal Wuhan itu terbantahkan dengan argumen masyarakat yang diakui telah bosan akan Peraturan yang dijalankan saat ini. Menurut salah seorang aktivis Pendidikan di Kota minyak Duri, Syarif. Meminta agar Pemerintah mengakhiri peraturan yang dianggap pembodohan penuh dengan aroma Politis.

"Ntah iya ntah tidak Covid ini. Jemaah  Mesjid didaerah kami tidak ada lagi namanya berjarak dalam menunaikan Sholat. Kita serahkan saja hidup dan mati kepada Allah SWT. Lihat saja dipasar yang setiap harinya dipenuhi pedagang dan pembeli, tidak ada yg memakai masker dan mereka tidak terserang namanya Corona. Sudahlah, akhiri saja Pandemi ini, masyarakat sudah sangat merana karenanya,"ujarnya.

Dikatakan Syarif yang juga guru disalah satu sekolah swasta berbasis agama di Kecamatan Mandau ini, mengeluhkan jika sudah banyak rekan sejawatnya menderita akan wabah ini."Sangat kami rasakan dampaknya, apalagi di sekolah swasta ini, sebab pendapatan kami dari siswa jika terus sekolah. Sudahlah, kita akhiri saja dan mulailah aktivitas Proses Belajar Mengajar Desember mendatang,"ungkapnya.

Rustami, salah seorang masyarakat juga mengeluhkan sistem PBM yang dianggap tak maksimal dan memberatkan masyarakat."Tidak semua orang tua murid punya HP Android, jika pun punya, harus beli paket lagi agar dapat memenuhi belajar secara online. Usul kami, berikan saja kompensasi seperti BLT agar ibu ibu dapat memanfaatkannya sebagai ganti guru dalam mendidik anaknya dirumah. Itu harapan kami agar kiranya DPRD dapat menyampaikan aspirasi kami ditengah Pandemi ini,"pintanya mengakhiri disambut tepuk tangan undangan yang hadir.
Sumber: Riauterkini.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.