GRATIS! Biaya Tes PCR Bagi Jemaah Calon Haji Riau, Ditanggung Pemerintah
Admin
Jumat, 10 Jun 2022 15:44
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau resmi mengumumkan bahwa tes Polymerase Chain Reaction (PCR) para Jemaah Calon Haji (JCH) tidak dipungut biaya alias gratis.
Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin.
"Kemarin sudah kita informasikan ke Diskes dan Kemenag kabupaten/Kota, bahwa biaya tes PCR untuk jemaah calon haji itu pembayaran ditanggung oleh pemerintah," kata Zainal Arifin, Kamis (9/6/2022).
Pernyataan Kadiskes Riau ini menjawab pertanyaan para JCH Riau yang sebelumnya sempat menanyakan biaya tes PCR.
Sebelumnya para JCH Riau masih bingung, apakah tes PCR di tempat yang sudah ditentukan tersebut biaya ditanggung jemaah atau ditanggung oleh pemerintah.
Dengan adanya pernyataan resmi dari Kadiskes Riau tersebut, maka JCH Riau tidak lagi dibebani biaya untuk keperluan tes PCR.
Sebab PCR merupakan syarat wajib yang harus dilakukan oleh JCH sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Zainal mengatakan, jika pembiyaan PCR calon jemaah haji bisa diklaim ke pemerintah pusat.
Hanya saja, lanjut Zainal, jemaah harus melakukan pemeriksaan swab PCR ditempat atau fasilitas kesehatan yang ditetapkan Kemenag Riau.
"Misalnya CJH asal Indragiri Hilir (Inhil), karena di sana ada alat PCR, maka CJH bisa melakukan pemeriksaan PCR di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan,” katanya.
“Nanti pihak rumah sakit mengklaim pembiayaan PCR itu ke Diskes Provinsi Riau, kemudian kita meneruskan klaim biaya PCR bagi JCH Riau itu ke pemerintah pusat melalui Kemenkes. Artinya CJH terima beres saja," jelasnya.
Pihaknya mengaku sudah menyampaikan infomasi tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten kota dan Kemenag Kabupaten Kota.
Sehingga, masyarakat yang ada di masing-masing daerah bisa mendapatkan informasi, bahwa tes PCR bagi JCH tidak berbayar.
"Untuk pembiayaan PCR ini juga sudah kita sosialisasi ke Diskes dan Kemenag Kabupaten/Kota, jika pemeriksaan swab PCR untuk CJH gratis, tidak dipungut biaya karena sudah ditanggung oleh Kemenkes. Sebab PCR itu syarat untuk bisa masuk embarkasi haji sampai ke tanah suci," katanya.
Sejauh ini Kanwil Kemenag Riau sudah menyiapkan sejumlah rumah sakit yang akan dijadikan sebagai tempat tes PCR.
Ada beberapa tempat fasilitas layanan kesehatan yang sudah ditetapkan sebagai tempat pemeriksaan PCR untuk JCH Riau.
Di antaranya adalah, JCH asal Pekanbaru lokasi tempat pemeriksaan PCR nya ada di Rumah Sakit Daerah Madani Jalan Garuda Sakti Panam.
Kemudian JCH asal Siak lokasi pemeriksaan PCR ada di RS Type D Tualang.
Selanjutnya JCH asal Dumai dan Rokan Hilir akan melaksanakan tes PCR di RS Pertamina Dumai. Kemudian JCH asal Bengkalis di RSUD Mandau.
"Untuk jemaah calon haji asal Indragiri Hilir silahkan melaksanakan tes PCR di RSUD Puri Husada Tembilahan," kata Kepala Kanwil Kemenag Riau, Mahyuddin.
Sedangkan untuk JCH asal Kabupaten Rokan Hulu bisa melaksanakan tes PCR di RS Awal Bros Ujung Batu.
"Sisanya lima kabupaten lagi, yakni jemaah calon haji dari Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Kuansing, Meranti dan Pelalawan faskes pemeriksaan PCR ada di RSUD Arifin Ahmad dan Awal Bros Sudirman Pekanbaru," katanya.
Dengan adanya kebijakan baru ini, pihaknya mengimbau kepada JCH Riau agar selalu memantau infomasi terbaru terkait persyaratan jelang keberangkatan.
Termasuk soal tes PCR agar tidak terjadi keterlambatan dalam melakukan pemeriksaan.
Sesuai aturan terbaru, tes PCR wajib dilakukan oleh JCH.
Sebab jika belum memiliki hasil tEs PCR dalam kurun waktu 72 jam, maka jemaah calon haji bisa gagal berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini.
"Silakan cari informasi ke dinas kesehatan di daerah masing-masing. Kami mengimbau kepada jemaah calon haji agar selalu mencari informasi terbaru,." ujarnya.
Seperti diketahui, Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan RI mengumumkan perubahan syarat masuk Arab Saudi.
Ini berkaitan dengan hasil tes PCR Covid-19 bagi para calon jemaah haji. Jika sebelumnya hasil tes PCR berlaku 48 jam, kini berubah menjadi 72 jam.
Kebijakan ini mutlak dan tidak bisa ditoleransi. Sehingga para calon jemaah haji wajib harus sudah menjalankan tes PCR 72 jam sebelum waktu keberangkatan.
Mahyuddin menegaskan, saat ini seluruh JCH dari 12 kabupaten kota di Riau sudah melaksanakan manasik haji yang diselenggarakan oleh Kemenag kabupaten kota masing-masing.
Mereka pun siap untuk diberangkatkan ke Pekanbaru dan segera masuk asrama sebelum diterbangkan ke Batam.
Sesuai jadwal kloter pertama JCH Riau atau kloter 4 Embarkasi Batam (BTH) akan berangkat ke tanah suci pada 18 Juni 2022 sekitar pukul 12.45 dari Bandara Hang Nadim Batam ke Madinah.
Pemberangkatan JCH Riau terbagi dalam 7 kloter. Dengan rincian 5 kloter penuh dan 2 kloter gabungan.
Satu kloter gabungan berangkat pada gelombang pertama menuju Madinah.
Sedangkan 5 kloter penuh dan 1 kloter gabungan akan berangkat pada gelombang 2 menuju Jeddah.
Mahyuddin mengungkapkan, JCH yang masuk gelombang pertama adalah ?kloter 4 BTH (Gabungan Kampar Riau 54 jamaah, Kepri 133, Kalbar 258) dan 4 orang petugas.
Kemudian gelombang kedua, kloter 5 BTH JCH Asal Kampar 343 dan Indragiri Hulu 101 jamaah dan 4 orang petugas. Kemudian Kloter 6 BTH JCH Asal Pekanbaru 444 jamaah dan 4 orang petugas.
Selanjutnya Kloter 7 BTH JCH Asal Indragiri Hilir 303 dan Pelalawan 141 Jamaah dan 4 orang petugas.
Kloter 8 BTH JCH Asal Bengkalis 130, Kuansing 119 dan Rokan Hilir 129, Meranti 66 jamaah dan 4 orang petugas.
Kemudian Kloter 9 BTH JCH Asal Pekanbaru 10, Dumai 88, Rokan Hulu 237 dan Siak 109 jamaah dan 4 orang petugas.
Dan Kloter 12 BTH (JCH Gabungan Pekanbaru 11, Indragiri Hilir 3, dan Jambi 421 jamaah) dan 4 orang petugas.
“Kloter pertama Riau yang akan berangkat pada 18 Juni merupakan jamaah asal Kabupaten Kampar sebanyak 54 orang," ujarnya.
Mahyuddin mengatakan, JCH kloter pertama Riau asal Kampar tersebut tergabung dalam Kloter 4 BTH.
Selain JCH Asal Riau, kloter 4 BTH juga tergabung didalamnya JCH asal Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat.
Mahyudin menyebutkan, pemberangkatan JCH Riau ke tanah suci melalui EHA Riau.
Jadwal masuk asrama kloter 1 Riau atau 4 BTH pada 17 Juni 2022 untuk melawati proses pemberangakatan di EHA, seperti pemeriksanaan kesehatan, pemasangan gelang identitas, living cost dan pemantapan manasik.
“Semua proses pelayanan JCH kita lakukan di EHA, jadi jamaah hanya transit saja di Embarksi Batam sebelum menuju ke Tanah Suci,” katanya.
Jelang keberangkatan JCH asal Riau yang dijadwalkan 18 Juni mendatang, jumlah kuota JCH asal Riau mengalami perubahan.
Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Riau dari Kementerian Agama RI, ada penambahan 16 calon jamaah haji lagi.
Data sebelumnya kuota JCH asal Provinsi Riau sebanyak 2.304 calon jemaah, kemudian Kemenag RI mengirimkan data terbaru kuota JCH Riau menjadi 2.320 calon jemaah haji.
Mahyudin mengatakan, perubahan ini terjadi karena kuota yang ditetapkan sebelumnya belum termasuk petugas dan belum ada perubahan atau mutasi masuk dan mutasi keluar dari calon jemaah haji dari Provinsi Riau tersebut.
"Ada perubahan mutasi masuk dan mutasi keluar," ujarnya.
Mahyuddin mencontohkan, mutasi masuk seperti calon jemaah haji mendaftar di Jawa Timur dan mau berangkat dari Riau.
Atau contoh mutasi keluar, calon jemaah haji sudah mendaftar Riau tapi berangkat di Jakarta. Dan itu menururnya juga diperbolehkan.
"Jadi makanya akhirnya jemaah kita menjadi 2.320 dari 2.304 awalnya. Itu jumlah jemaah kita," ujarnya.
Ia menambahkan, telah dilakukan rapat persiapan pemberangkatan dan pemulangan calon jemaah haji asal Riau.
Menurutnya dari rapat itu telah tergambar dengan jelas tugas dan fungsi masing-masing kepanitiaan yang ada.
"Ada beberapa bidang, pertama keberangkatan, penerimaan, termasuk pembekalan pembinaan, dan lainnya ada membidangi yang lain," ungkapnya.
Pihaknya berharap struktur dan bidang-bidang dalam kepanitiaan keberangkatan dan kepulangan calon jemaah haji asal Provinsi Riau bisa berjalan sesuai dengan harapan bersama.
Mahyuddin menegaskan, inti penyelenggaraan haji ini adalah pelayanan.
Ia menginginkan bagaimana supaya pelayanan mulai dari calon jemaah haji masuk asrama, sampai pada berangkat ke Saudi dan kembali ke Indonesia dan kembali ke rumah masing-masing dapat dilayani dengan baik.