Sabtu, 02 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • Gelombang Pengangguran, Lebih Banyak Sarjana yang Nganggur Dibandingkan Lulusan SMP

Kampus

Gelombang Pengangguran, Lebih Banyak Sarjana yang Nganggur Dibandingkan Lulusan SMP

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 30 Jul 2025 09:47
okezone.com
Korea Selatan menghadapi gelombang pengangguran dengan dominasi lulusan S1. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jumlah lulusan sekolah menengah pertama yang memilih untuk tidak bekerja atau mencari pekerjaan melebihi jumlah lulusan perguruan tinggi.

Menurut data terbaru dari Statistik Korea dilansir dari Straits Times, Rabu (30/7/2025), ada 3,048 juta orang berusia 15 tahun ke atas dengan gelar sarjana atau lebih tinggi yang tidak bekerja atau mencari pekerjaan. Ini sedikit melampaui 3,03 juta orang yang hanya menerima SMP.

Angka ini sangat kontras dengan sepuluh tahun lalu, di mana kesenjangan antara kedua kelompok ini mencapai lebih dari satu juta orang dengan posisi sebaliknya. Pergeseran drastis ini mengindikasikan ketidakseimbangan yang semakin lebar dalam pasar kerja Korea Selatan. Negeri Ginseng ini memang dikenal memiliki salah satu tingkat pendaftaran universitas tertinggi di dunia, namun sayangnya, pasar kerja seolah tak mampu mengimbangi lonjakan lulusan ini.

Secara statistik, banyak sarjana "menganggur". Ada yang menunggu pekerjaan yang tidak muncul, mempersiapkan ujian penting, atau bahkan memilih untuk meninggalkan pasar tenaga kerja sama sekali. Mereka dikategorikan sebagai "non-ekonomi aktif" dalam statistik, yang berarti mereka tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan secara aktif.

Di balik angka-angka ini ada kenyataan bahwa industri perekrutan sangat ketat. Sebuah survei yang dilakukan oleh Federasi Perusahaan Korea pada tahun 2025 menemukan bahwa hanya 60,8% perusahaan besar berencana untuk merekrut karyawan baru tahun ini; ini adalah angka terendah sejak tahun 2022, menunjukkan bahwa peluang kerja semakin berkurang.

Pencari kerja berpendidikan tinggi cenderung mengincar industri bernilai tinggi seperti teknologi atau keuangan. Namun, pertumbuhan industri ini sedang melambat, memaksa banyak lulusan berada dalam ketidakpastian, terutama karena kurangnya pekerjaan entry-level.

Ironisnya, industri jasa Korea Selatan juga kurang optimistis. Menurut laporan Bank of Korea (BOK) bulan Juli, produktivitas tenaga kerja di layanan domestik, termasuk ritel dan IT, hanya akan mencapai 39,7% dari sektor manufaktur pada tahun 2024. Selama dua dekade terakhir, tingkat ini hampir tidak berubah.

Kesenjangan ini juga sangat lebar dibandingkan dengan negara lain. Dibandingkan dengan Amerika Serikat, produktivitas sektor jasa Korea Selatan hanya 51,1, menurut laporan BOK. Angka ini jauh di bawah rata-rata 59,9% yang ditetapkan oleh Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Bahkan Jerman mencapai 59,2%, sementara Jepang mencapai 56%.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana sulit bagi Korea Selatan untuk menyelaraskan tujuan pendidikan tinggi dengan pasar kerjanya yang selalu berubah. Akankah sektor swasta dan pemerintah menemukan solusi untuk masalah ini?.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Sosial
Berita Terkait
  • Kamis, 30 Apr 2026 17:53

    Hingga 30 April, 2.653 Jemaah Haji Riau Terbang ke Tanah Suci

    PEKANBARU - Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Provinsi Riau telah memberangkatkan 2.653 jemaah haji asal Riau ke Tanah Suci hingga Rabu, 30 April 2026. Pemberangkatan dilakukan melalui enam kelomp

  • Kamis, 30 Apr 2026 17:51

    Abaikan Sengketa Informasi, Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau

    Pekanbaru-Komisioner Komisi Informasi Provinsi Riau, H. Zufra Irwan, S.E., M.M., Sp.Ap, mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau, H. Erisman Yahya, M.H, yang mengabaikan bahkan melecehkan proses persidan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Jumat, 24 Apr 2026 13:13

    Wujud Syukur, PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap Duri

    BENGKALIS - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran reaktivasi kanal pencegah banjir sepanjang

  • Selasa, 21 Apr 2026 09:00

    PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.