Senin, 04 Mei 2026
Diperkirakan Volume Baru 20 Persen,
Ketua DPRD Pelalawan Minta Kontraktor Gesah Pembangunan Jembatan Sei Perabu
Laporan: Febri S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 17 Okt 2022 17:33
PELALAWAN- Seluruh anggota DPRD kabupaten Pelalawan pekan ini melakukan reses ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing. Reses tersebut terkait menyikapi berbagai persoalan termasuk dengan melakukan pengawasan realisasi sejumlah pekerjaan proyeksi fisik yang dibangun bersumber dana APBD.
Ketua DPRD Pelalawan Baharudin, Senin (17/10/2022) melakukan serangkaian reses di Dapil IV Pelalawan. Dapil IV Pelalawan meliputi kecamatan Pangkalan Kuras dan kecamatan Pangkalan Lesung.
Saat reses ketua DPRD Pelalawan Baharudin, menyoroti pekerjaan pembangunan jembatan Sei Perabu desa Beringin Indah Kecamatan Pangkalan Kuras- Jembatan Girder masuk paket 9 di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Paket 9 ini cakap Baharudin dengan pagu anggaran sesuai dengan papan proyek senilai Rp 6,4 miliar lebih, dikerjakan oleh CV Impian Putra Nusantara sebagai kontraktor pelaksana sementara PT Ryan Syawal Consultan sebagai pihak konsultan pengawas.
"Saat reses tadi dilapangan persentase volume pelaksanaan pembangunan jembatan Sei Perabu ini, menurut perkiraan kita baru 20 persen. Sementara waktu efektif tahun anggaran 2022 tinggal dua bulan lagi. Tentu kita sangat kwatir dengan kondisi seperti ini," terang Baharudin.
Apalagi cakapnya, dengan memasuki musim penghujan hingga akhir tahun, sangat berpotensi pekerjaan jembatan tersebut tidak akan selesai. Padahal imbuhnya, jembatan tersebut sebagai salah satu urat nadi masyarakat disekitarnya.
"Melihat progres dilapangan tadi, kita tentu sangat kwatir jembatan ini akan tuntas. Apalagi ditambah musim hujan sudah datang. Harus ada upaya extra dari kontraktor mengsiasati agar jembatan bisa tuntas tepat waktu," tegasnya.
Untuk itu ia meminta kepada dinas PUPR agar betul-betul serius, melakukan peninjauan dilapangan mengawasi pelaksanaan pekerjaan, begitu juga kontraktor harus sungguh-sungguh menurut segala kekuatan yang ada. Hal ini mengingat jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Ditempat terpisah Kadis PUPR Joko Sutiardi, ST belum memberikan penjelasan terkait kondisi pembangunan jembatan Sei Perabu baru menyentuh volume pekerjaan 20 persen. Kadis Joko sudah dihubungi melalui telepon genggamnya.***
komentar Pembaca