Sabtu, 02 Mei 2026
Reflita Orang Tua dari Salah Satu 11 Warga yang Sempat Dikarantina, Teteskan Air Mata
Laporan: Febri. S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 13 Jun 2020 20:05
PELALAWAN - Reflita mantan anggota DPRD Pelalawan salah seorang, orang tua dari 11 warga Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan yang dikarantina di GOR Tengku Pangeran, Pangkalan Kerinci tak kuasa membendung air matanya, menetes. Hal tersebut, menyusul swab, ke-11 warga ini, negatif Covid-19 dan dibolehkan pulang, Sabtu (13/6/2020) sore.
Air mata, Reflita tampak membasahi pipi, mana kala ia, diberikan kata sambutan oleh Kadiskes Pelalawan, Asril, M.Kes yang melepas kepulangan kerumah dari 11 warga Ukui tersebut.
Pada kesempatan, ia mengakui mendukung anjuran pemerintah terhadap pandemi Covid-19 yang melanda Kabupaten Pelalawan. Hanya, ia sedikit kesal, kurang sampainya, sosialisasi kepada masyarakat.
Terumata, menyangkut Rapit Tes yang dilakukan, tim medis kepada masyarakat kecamatan Ukui. "Kita mendukung pemerintah, akan tetapi, sosialisasinya, kurang sampai, apalagi, setelah Rapit tes di Ukui, 11 warga kita dikarantina," bebernya.
Efek yang terjadi, ketika, 11 warga dikarantina, menakutkan sekali bagi masyarakat Ukui. Aktivitas pasar-pasar di Ukui kata dia sangat terganggu. "Meskipun demikian kami, ucapkan terima kasih kepada para medis yang telah merawat warga kami selalam karantina," paparnya.
Sementara itu, Kadiskes Pelalawan, Asril, M.Kes mengungkapkan 11 warga dari Ukui dikaratina di GOR terhitung sejak Rabu 9 Juni 2020. Ke-11 warga ini dikarantina, kata Asril hasil menyusul rapid tes reaktif.
"Kan, selama tahapan New Normal, kita lakukan rapid tes, secara acak diberbagai kecamatan, sesuai dengan populasi penduduk dan jumlah PDP. Dan di Ukui, tim medis melakukan rapid tes, diberbagai tempat, 11 orang hasil rapid tesnya, reaktif dan kita dorong untuk dikarantina di GOR," terang Asril.
Selama, dikarantina, ke-11 warga ini mendapatkan pelayanan terbaik. Hingga Kamis diambil swab, dan Sabtu hasil swabnya, keluar dengan hasil negatif.***
komentar Pembaca