Pameran Topeng Semarakkan Yogyakarta
Sabtu, 21 Nov 2015 11:34
Beragam topeng itu dari berbagai seniman di nusantara pada masanya. Museum Sonobudoyo sendiri mengeluarkan 90 koleksi topeng kuno, termasuk peninggalan HB VII.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, mengatakan pameran ini salah satu upaya untuk kembali mengenalkan beragam topeng pada masyarakat, khususnya generasi muda, baik pelajar maupun mahasiswa.
''Melalui pameran ini, diharapkan bisa mendorong kecintaan pada topeng yang nantinya berimbas pada perajin topeng," katanya.
Masyarakat, kata Umar, bisa melihat langsung beragam topeng. Dia memberi contoh topeng Panji yang populer pada masa kerajaan Majapahit.
Topeng itu bercerita tentang perjalanan pencarian cinta yang penuh penyamaran dan petualangan masa silam.
Topeng lainnya, kata dia, seperti Topeng Ramayana yang berkembang masa kejayaan kerajaan Hindu di Indonesia. Beragam topeng dipamerkan dalam bingkai yang menarik sehingga pengunjung akan paham cerita historis pada topeng.
Topeng koleksi Keraton Yogyakarta, juga ada sebagian yang turut dipinjamkan untuk dipamerkan. Topeng itu dibuat pada masa Hamengkubuwono VII. Kemudian, topeng pada jaman Kerajaan Majapahit dan Topeng Cirebonan, juga dipajang dalam pameran ini.
Kurator Pameran, Ons Untoro menyampaikan, pameran topeng di Indonesia memiliki sejarah panjang yang harua dilihat utuh, tidak boleh hanya sepotong.
Sebab, topeng tidak hanya sekedar penutup muka atau sebagai karya seni, melainkan memiliki nilai religi. Ada juga topeng yang biasa digunakan untuk keperluan upacara ritual.
"Topeng memiliki corak atau gaya yang berbeda-beda, dan sifatnya tidak tunggal. Ada topeng Panji, ada topeng mengambil kisah Mahabarata, Ramayana atau ada topeng Cirebonan dan masih banyak lainnya," jelasnya.
Kurator pameran topeng lainnya, I Wayan Dana menambahkan, dalam kebudayaan di Indonesia, fungsi topeng dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu fungsi ritual keagamaan dan fungsi kesenian. Kedua fungsi itu saling mendukung satu dengan yang lainnya, sehingga mengukuhkan eksistensi topeng dalam budaya Indonesia.
Pameran ini diharapkan menambah jumlah pengunjung ke museum yang terletak di utara jalan Alun-alun Utara Yogyakarta ini. Apalagi dalam pameran ini juga diajarkan cara membuat topeng maupun sejarah topeng di Indonesia.
Aksi Simbolis 'Uang Receh' Jurnalis Riau Disambut Sikap Terbuka Kabid Humas Polda dan Berkomitmen Tingkatkan Sinergi
PEKANBARU - Dinamika hubungan kemitraan antara awak media dan kepolisian menemui titik temu melalui ruang dialog tatap muka. Puluhan jurnalis yang bertugas di lingkungan Kepolisian Daerah Riau menyamp
Pendaftaran Siswa Baru SMA dan SMK Riau Ditutup, Puluhan Ribu Pelajar Tunggu Hasil
PEKANBARU - Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 resmi ditutup Jumat (19/6/2026) pukul 13.00 WIB. Saat ini seluruh seko
Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Roy Suryo dan Dokter Tifa agar Tak Ditahan
JAKARTA â€" Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang berstatus tersangka,
Nekat Manipulasi Data Visa, Tiga WN Tiongkok Dideportasi
JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara Tiongkok setelah terbukti memalsukan data, dan memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh visa kunjungan bisnis da
MPR dan UNHAS Bahas Pasal 33 UUD 1945, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan
Jakarta - Komisi Kajian Ketatanegaraan (K-3) MPR RI bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Diskusi Konstitusi bertajuk 'Evaluasi implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republi