selebrity
Lagu Jogja Istimewa Dipakai Kampanye Prabowo-Sandi, Kill The DJ Tempuh Jalur Hukum
Selasa, 15 Jan 2019 13:54
Personel Jogja Hiphop Foundation ini akan melaporkan timses karena memakai karyanya tanpa izin. Terlebih lagi lagu itu diubah liriknya menjadi pro Prabowo-Sandiaga Uno.
Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra membenarkan jika Marzuki akan melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY. Pelaporan ini akan dilakukan pada Selasa (15/1).
"Akan dilaporkan ke Polda DIY. Nanti Juki (Marzuki) sendiri yang akan melaporkan. Nanti kami akan dampingi. Nanti sekitar jam 14.30 WIB. Karena kami punya keterkaitan historis dengan lagu itu," ujar Hasto saat dihubungi.
Dihubungi terpisah, Juru Bicara Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade meminta agar persoalan ini diselesaikan dengan kekeluargaan dan tidak melalui jalur hukum. Pihaknya sudah menginstruksikan relawan agar meminta maaf.
"Tidak usah lah Kill The Dj laporkan teman-teman yang mengubah lagu itu," singkat Andre.
Sebelumnya, dalam akun instagramnya @killthedj menulis Karena video ini sudah viral dan banyak yang salah persepsi kepada saya, selaku pencipta lagu Jogja Istimewa yang dinyanyikan bersama @javahiphop - maka dengan ini saya perlu melakukan klarifikasi:
Bahwa saya tidak akan pernah memberikan ijin kepada siapa pun lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomer urut 01 maupun 02. Bagi saya, @javahiphop, dan sebagian besar warga Yogyakarta, pasti tahu sejarah dan kebanggaan pada lagu tersebut, itu kenapa saya tidak akan pernah mengganti liriknya untuk tujuan lain, baik komersil apalagi kampanye politik. Meskipun saya pendukung @ jokowi saya tidak akan pernah mengkhianati nilai lagu tersebut dengan mengubah liriknya.
Siapa pun Anda yang mengubah lagu tersebut, membuat videonya, dan ikut menyebarkanya, Anda telah melanggar undang-undang dan saya bisa membawanya ke ranah hukum.
Terakhir saya berpesan, apapun pilihan Anda, 01, 02, Golput, tolong warisi bangsa ini dengan etika yang benar, menjiplak lagu orang lain jelas tidak beretika dan melanggar hukum, plus, jangan warisi generasi mendatang dengan fitnah dan sampah kebencian.
(merdeka.com)
KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil
Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A
Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital
Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny
Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector
DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa
Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi
DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk
Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”
MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah