(Foto : Jonathan Surbakti)
Sekitar 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan
UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan sampai di Polres Rokan Hilir sekitar pukul 16.00 Wib.
Dalam tuntutanya yang disampaikan Ketua Mahasiswa Rokan Hiir, Eka Rahayu Wp minta Copot Kapolres Rohil,Karea dia tidak layak untuk memimpin di Rokan Hilir ini. Tidak ada prestasi yang dibuat selama memimpin Polres Rokan hilir.
Menurut Eka aksi ini merupakan buntut dari sejumlah persoalan yang dinilai menjadi catatan buruk selama kepemimpinan Kapolres Rohil. Kami menilai Kapolres Rokan Hilir mempunyai rapot merah selama memimpin Polres Rokan Hilir, katanya seperti:
1. Transformasi Wilayah Menjadi "Zona Nyaman" Kriminalitas ketika kepemimpinan lemah dalam pengawasan, hukum menjadi tumpul. Akibatnya:
Normalisasi Pelanggaran: Praktik seperti Galian C ilegal dan prostitusi yang beroperasi secara terbuka di dekat Mapolres menciptakan kesan bahwa hukum bisa dikompromikan atau "dibeli".
Ekosistem Narkoba yang Masif: Ketidakmampuan Kapolres dalam memetakan dan menindak bandar narkoba (seperti di Pasir Limau Kapas) membuat peredaran zat terlarang ini merambah hingga ke pelosok desa tanpa hambatan berarti.
2. Krisis Wibawa Institusi di Mata Masyarakat, Kapolres adalah simbol otoritas negara di daerah tersebut jika pimpinannya dianggap tidak kompeten:
Masyarakat Menjadi Hakim Sendiri: Kerusuhan warga di Pasir Limau Kapas adalah bukti nyata. Rakyat tidak lagi lapor polisi, melainkan melakukan aksi massa karena merasa negara (melalui polres) hadir hanya sebagai penonton.
Hilangnya Rasa Aman: Warga kehilangan perlindungan ketika tersangka pelecehan seksual di Tanah Putih dilepaskan tanpa kejelasan medis/yuridis yang transparan.
3. Runtuhnya Disiplin dan Keselamatan Personel. Kematian seorang personel di tempat hiburan malam adalah puncak dari kegagalan kepemimpinan dalam mendisiplinkan bawahan.
Pelanggaran Kode Etik Massal: Tanpa kendali ketat, anggota cenderung menyimpang dari tugas pokoknya.
Risiko Nyawa Anggota: Kelalaian pimpinan dalam menetapkan zona terlarang bagi anggota atau membiarkan tempat hiburan tak berizin beroperasi berujung pada hilangnya nyawa anak buah sendiri.
4. Maladministrasi dan Kegagalan Operasional. Insiden tahanan kabur melalui jendela kamar mandi mencerminkan manajemen fasilitas dan sumber daya manusia yang buruk.
Kelalaian Struktural: Tahanan kabur bukan sekadar kesalahan penjaga pintu, melainkan kegagalan Kapolres dalam memastikan standar keamanan markas (Command Center dan pengecekan fisik) berjalan setiap hari.
Ketidakpastian Hukum: Kasus-kasus yang dilepas atau tidak dituntaskan menimbulkan tunggakan perkara yang merugikan pencari keadilan.
5. Penghambatan Pembangunan dan Investasi Daerah. Rokan Hilir memiliki potensi alam yang besar. Namun, ketidakkompetenan Kapolres menghambat kemajuan daerah karena:
Ketidakpastian Keamanan: Investor atau pelaku usaha enggan masuk ke daerah yang penegakan hukumnya lemah dan sering terjadi konflik horizontal/kerusuhan
Aksi mahasiswa Wakpolres Rohil, Kompol Rikky Operiady S.Sos., S.I.K, M.I.K akan menyampaikannya kepada Kapolres Rohil.Sementara itu Mahasiswa masih bertahan di Mapolres Rohil (jon)
Editor: 1
Polres Rokan Hilir