Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • 299 Hari Jadi Presiden, Prabowo Pamer Investasi Tembus Rp942 Triliun dan Serap 1,2 Juta Pekerja

Ekonomi,

299 Hari Jadi Presiden, Prabowo Pamer Investasi Tembus Rp942 Triliun dan Serap 1,2 Juta Pekerja

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 15 Agu 2025 13:44
okezone.com
Presiden Prabowo Subianto memamerkan capaian kinerja pemerintahannya selama 299 hari. Di tengah konflik ekonomi global seperti perang dagang dan perang tarif, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh di atas 5%.

"Tumbuh dalam 5,12% dan para pakar yakin ini akan semakin meningkat di saat yang akan datang," ujar Prabowo dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, di DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Selain itu, di tengah dunia yang penuh gonjang-ganjing, Indonesia mencatatkan realisasi investasi mencapai Rp942 triliun pada semester I 2025 atau naik 13,6% dibanding periode yang sama di tahun lalu.

"Telah mencapai target APBN 2025 sebelum APBN 2025 berakhir dan berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia 1,2 juta orang," ujarnya.

Meski demikian, Prabowo mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini belum dinikmati secara merata, melainkan hanya oleh segelintir orang. Padahal, dalam tujuh tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi konsisten berada di atas 5%.

"Pertumbuhan ekonomi rata-rata 5% selama 7 tahun terakhir tidak tercermin dalam kondisi nyata. Rakyat Indonesia masih banyak yang kelaparan, petani dan nelayan kesulitan menjual hasil panennya. Rakyat belum memiliki rumah layak huni, guru belum dihargai, serta keluarga yang tak sanggup berobat karena biaya atau tidak ada fasilitas di daerahnya," ujarnya.

Oleh karena itu, Prabowo dalam masa kepemimpinannya berpegang teguh pada UUD 1945 yang menjadi benteng perekonomian Indonesia. Dalam Pasal 33 ayat 1, 2, 3, dan 4 disampaikan bahwa landasan dasarnya adalah asas kekeluargaan, bukan asas konglomerasi.
"Saya ingin bertanya, apakah beras itu penting bagi negara? Menguasai hidup orang banyak. Apakah penggilingan padi penting bagi negara? Tapi ada sementara pengusaha yang justru memanfaatkan kekuatan mereka, kekuatan modal mereka, untuk dominasi dan manipulasi kehidupan rakyat, dan ini tidak bisa kita terima," ujarnya.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 19 Mei 2026 15:10

    KPK Panggil 12 Pejabat Seksi Intelijen Cukai-Kepabeanan di Kasus Bea Cukai

    Jakarta - KPK memanggil jajaran pejabat seksi intelijen Cukai dan Kepabeanan pada Ditjen Bea Cukai. Para pejabat ini dipanggil sebagai saksi dalam perkara korupsi importasi Bea Cukai."Saksi dalam duga

  • Selasa, 19 Mei 2026 14:58

    Peternakan di Bogor Terbakar Dini Hari, Ribuan Anak Ayam dan Belasan Domba Mati.

    Bogor - Kebakaran hebat melanda peternakan ayam di Cariu, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Kebakaran mengakibatkan ribuan anak ayam dan belasan ekor domba mati terbakar, dengan total kerugian diperkirakan m

  • Selasa, 19 Mei 2026 14:47

    Haji Ilegal Terbongkar, 13 Orang Dijadikan Tersangka

    Satuan Tugas (Satgas) Haji dan Umrah Polri menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan praktik penyelenggaraan ibadah haji non-prosedural. Penetapan tersangka tersebut didasarkan pada 11

  • Selasa, 19 Mei 2026 13:27

    Pakai Teknologi, Pemerintah Mau Ubah Timbunan Sampah Jadi BBM

    Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah mulai mempercepat pengolahan timbunan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui teknologi pirolisis. Langkah terseb

  • Selasa, 19 Mei 2026 11:37

    Pramono: Kantor Kecamatan Harus Jadi Rumah Rakyat, Beri Pelayanan yang Mudah

    Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gedung kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pramono menegaskan kantor kecamatan memberikan pelayanan maksimal dan menjadi rumah rak

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.