58 Tahun Berdiri, Pertamina Belum Juga Merdeka
Jumat, 11 Des 2015 09:18
Satu-satunya cara untuk menghadapi itu dengan keberanian dari direksi Pertamina sendiri terhadap segala bentuk intervensi baik dari luar maupun dari dalam Pertamina sendiri.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Pertamina, Eko Wahyu Laksmono, mengatakan di usia yang ke-58 tahun ini mestinya Pertamina telah mampu melakukan hal yang lebih di percaturan bisnis minyak dan gas global bukan hanya seperti sekarang yang mana.
"Tetapi pada kenyataannya itu tidak tercapai karena berbagai faktor eksternal dan internal yang menekan aktivitas bisnis Pertamina," katanya di Jakarta, Jumat (11/12/2015).
Dijelaskannya bahwa selama ini direksi Pertamina tidak mampu melawan berbagai tekanan tersebut bahkan terkesan mengiyakan saja. Padahal, nyawa dan keberlangsungan Pertamina sangat bergantung pada keberanian direksinya.
Ketidakberanian direksi misalnya pada rencana diserahkannya PT Pertamina Gas (Pertagas) ke Perusahaan Gas Negara (PGN) yang secara komposisi milik swasta asing.
"Hingga kini direksi Pertamina belum menyampaikan sikapnya, padahal langkah itu sangat merugikan Pertamina karena bisnisnya akan terpecah-pecah. Kami sangat mengharapkan ketegasan direksi," tegasnya.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal