BI Lakukan Sosialisasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah di Inhil
Laporan : Aditya Prahara
Sabtu, 28 Nov 2015 15:25
TEMBILAHAN - Bank Indonesia (BI) melalui kantor perwakilan BI Provinsi Riau melakukan sosialisasi ciro-ciri keaslian uang rupiah kepada seluruh perbankan yang ada di Kota Tembilahan khususnya dari pimpinan bank, pegawai bagian teller, kasir swalayan, bendahara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta masyarakat umum.
Acara sosialisasi yang dihadiri lebih kurang 110 peserta ini dipusatkan di gedung Engku Klana, jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan, Sabtu (28/11/2015).
Rahmad Yusuf Rigin selaku kepala tim sistem pembayaran dan manajemen intern kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau menyampaikan bahwa target sosialisasi ini menyeluruh di wilayah Indonesia dengan melibatkan dari berbagai bank lainnya untuk menyampaikan hasil sosialisasi tersebut kepada masyarakat.
"Target sosialisasi ini menyeluruh, terutama untuk teller-teller bank dan masyarakat umum," katanya.
Sosialisasi yang bertujuan agar masyarakat atau nasabah serta para karyawan bank bisa mengetahui langkah-langkah untuk tata cara permintaan klarifikasi atas uang yang diragukan keasliannya ini menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia serta melibatkan jajaran dari Kanit Tipiter Polres Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau, IPDA Andi Aceh).
Dalam penyampaiannya, Purseno selaku narasumber yang dihadirkan dari Bank Indonesia pada acara sosialisasi tersebut menyampaikan ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan cara Dilihat Diraba Diterawang (3 D).
"Dilihat dari warnanya yang terlihat terang dan jelas, benang pengamannya serta Optically Variable Ink (OVI)," sebutnya.
Lanjutnya lagi, bisa diterawang pada uang kertas yang terdapat berupa gambar yang akan terlihat bila diterawangkan ke arah cahaya, lalu juga bisa diterawang pencetakan suatu ragam bentuk yang menghasilkan cetakan pada bagian muka dan bagian belakang uang yang akan saling mengisi atau beradu tepat jika diterawangkan ke arah cahaya.
"Selain itu bisa dicek dengan kaca pembesar dan sinar ultraviolet untuk melihat keasliannya yang terdapat pada tulisan mikro, cetakan yang tidak kasat mata serta nomor serinya," ujarnya.
Sementara itu David Hendrianto, narasumber yang juga didatangkan dari BI menyampaikan tata cara permintaan klarifikasi atas uang yang diragukan keasliannya.
"Jika menemukan uang yang diragukan keasliannya bisa diklarifikasikan kepada pihak bank terdekat untuk dilaporkan ke Bank Indonesia," jelasnya. (dit)
Ekbis
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal