Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Cabut Subsidi Listrik, Pemerintah Harus Pikir Masak-Masak

Cabut Subsidi Listrik, Pemerintah Harus Pikir Masak-Masak

Rabu, 25 Nov 2015 15:07
Ilustrasi: Okezone
JAKARTA - PT PLN (Persero) akan mencabut pemberian subsidi listrik kepada golongan 450 volt ampere (va) dan 900 va yang tidak tepat sasaran mulai tahun depan. Dengan demikian, golongan yang termasuk tidak tepat sasaran akan mengalami kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Namun, menurut Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bidang Ekonomi, Firmanzah, kenaikan TDL ini harus dipikirkan secara masak (matang). Pasalnya, jika kenaikan TDL menimpa golongan 450-900 Va akan menambah tingkat kemiskinan dan tentu semakin menurunkan daya beli masyarakat.

"Kenaikan TDL perlu dipikirkan masak-masak ya. PLN akan naikan TDL. Kalau golongan di atas 900 va enggak masalah. Tapi kalau di bawah itu perlu dipikirkan lagi. Akan ada tambah kemiskinan," ucap Firmanzah di Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) ada tambahan kenaikan jumlah orang miskin periode September 2014-Maret 2015 mencapai 860 ribu jiwa. Untuk diketahui, BPS melaporkan jumlah penduduk miskin periode Maret 2015 sebanyak 28,59 juta jiwa baik di perkotaan maupun di pedesaan. Jika dibanding periode September 2014, angka penduduk miskin bertambah 27,73 juta orang.

"Dampaknya bukan hanya penyehatan korporasi, tapi lihat juga ke masyarakat," tegasnya.

Firmanzah menjelaskan, daya beli masyarakat ini yang harus dijaga oleh pemerintahan Jokowi-JK. pemerintah pun jangan sampai membuat kebijakan yang membuat daya beli masyarakat menurun. Jika daya beli masyarakat, tentu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

"Mesin ekonomi kita domestik konsumsi itu harus dipulihkan, jangan buat kebijakan yang membuat daya beli tergerus," kata Firmanzah.

Firmanzah yang juga kini sebagai rektor universitas Paramadina mengungkapkan, jika mesin utama penggerak ekonomi tidak bergerak, maka target pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,3 persen dalam APBN 2016 sulit tercapai.

"Kalau mesin utama ga bergerak, kalau didorong sedemikain rupa, enggak akan sampai pertumbuhan ekonomi 5,3 persen," paparnya.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.