Deflasi di Oktober, Berikut Alasannya
Senin, 02 Nov 2015 14:36
BPS mencatat, dari lima subkelompok mengalami deflasi dan enam subkelompok mengalami inflasi. Adapun yang mengalami deflasi tertinggi, adalah bumbu-bumbuan dan yang mengalami inflasi tertinggi adalah dari sayur-sayuran.
Selain itu, BPS mencatat makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi terbesar. Seluruh subsektor kelompok ini mengalami inflasi dengan terbesar dari subkelompok minuman beralkohol dan tembakau sebesar 0,82 persen.
Sementara untuk subkelompok minuman tidak beralkohol sebesar 0,39 persen, dan subkelompok makanan jadi 0,26 persen. Sedangkan mie, rokok kretek, dan rokok filter masing-masing 0,01 persen.
Adapun inflasi pada tahun kalender (Januari–Oktober) yakni 2,16 persen, inflasi tahun ke tahun (year on year) 6,25 persen dan inflasi komponen inti 0,23 persen, sementara inflasi komponen inti year on year 5,02 persen.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal