Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Dihantam Tarif Impor AS, Indonesia Wajib Benahi Iklim Investasi Sebelum Terlambat

Ekonomi,

Dihantam Tarif Impor AS, Indonesia Wajib Benahi Iklim Investasi Sebelum Terlambat

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 14 Jul 2025 09:49
LIPUTAN6.COM
Jakarta - Kebijakan Amerika Serikat (AS) yang menetapkan tarif impor sebesar 32 persen terhadap seluruh produk asal Indonesia mulai 1 Agustus 2025 membawa dampak signifikan terhadap sektor industri nasional.

Produk ekspor unggulan Indonesia seperti tekstil, alas kaki, hingga furniture yang selama ini ditujukan ke pasar AS kini berada di bawah ancaman penurunan permintaan drastis.

Pengamat Ketenagakerjaan sekaligus Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menilai pengenaan tarif tinggi ini berpotensi menekan kinerja industri padat karya.

Bila permintaan dari pasar AS menurun, maka perusahaan akan mengurangi produksi, yang pada akhirnya bisa memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor manufaktur.

Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia harus segera mengalihkan fokusnya dari ketergantungan ekspor ke AS menuju upaya memperkuat daya tahan ekonomi dalam negeri. Salah satu langkah mendesak yang harus dilakukan adalah membenahi iklim investasi agar investor tetap percaya menanamkan modal di Indonesia.

"Pemerintah harus focus dan serius membuka lapangan kerja yang layak bagi rakyat Indonesia, dengan memperbaiki iklim investasi agar ramah terhadap investor," ujar Timboel dikutip dari keterangannya, Senin (14/7/2025).

Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/6/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada bulan Mei 2021 kembali surplus sebesar USD 2,36 miliar dan menjadi tertinggi sepanjang tahun 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Timboel mendorong pemerintah agar benar-benar mengambil tindakan nyata untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik. Salah satu ide yang diajukan adalah menyediakan lahan industri tanpa sewa selama beberapa tahun sebagai insentif awal bagi investor baru.

Tak hanya itu, pemerintah juga harus memastikan tidak ada praktik premanisme, biaya ilegal, maupun hambatan birokrasi di tingkat pusat dan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya reformasi perizinan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi antar instansi. Hal ini akan memberi kepastian hukum dan waktu bagi investor, yang selama ini menjadi keluhan utama dunia usaha.

"Demikian juga dengan perijinan yang relatif mudah dan cepat, menurunkan suku bunga, harga energi industri yang disubsidi, tanpa korupsi, dan sebagainya," ujarnya.

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/2/2022). Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2022 menurun dibandingkan surplus pada Desember 2021 sebesar USD 1,02 miliar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Selain perbaikan iklim investasi, pemerintah juga didorong untuk memperkuat pasar domestik agar tidak terlalu rentan terhadap gejolak perdagangan global seperti tarif impor dari AS. Diversifikasi pasar ekspor memang penting, tetapi membangun basis konsumsi dan produksi di dalam negeri tak kalah krusial.

"Untuk produk ekspor, saya berharap Pemerintah terus berusaha mencari pasar luar negeri yang bisa menerima produk industri lokal kita sehingga lapangan kerja semakin terbuka di Indonesia," ujarnya.

Menurut Timboel, industri nasional perlu didorong untuk lebih berdaya saing di dalam negeri melalui insentif fiskal, kemudahan distribusi, serta proteksi terhadap produk lokal.***(Liputan6.com)
Sumber: LIPUTAN6.COM

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 11:55

    Prabowo Soroti Ketidakpastian Geopolitik: Pertahanan Jaminan Kita Berdaulat

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bicara pentingnya peningkatan kekuatan pertahanan nasional. Ia menegaskan tidak ada kepentingan selain menjaga wilayah kedaulatan RI."Kita harus terus tingkatkan ke

  • Senin, 18 Mei 2026 10:27

    Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Tanpa Izin

    Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang menjalankan atau mencoba melaksanakan ibadah haji tanpa izin resmi pada musim haji 2026.Mengutip Antar

  • Senin, 18 Mei 2026 10:22

    Harga BBM Non Subsidi Naik, Toyota Ungkap Ada Perubahan Perilaku Konsumen

    Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diterapkan oleh Pertamina sejak 4 Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia.Saat ini, masyara

  • Senin, 18 Mei 2026 10:06

    Ketersediaan Energi Terancam, Truk Pengangkut BBM Ilegal Dicegat di Lintas Riau-Sumbar

    KUANSING-Rencana penyelewengan bahan bakar minyak jenis solar subsidi yang berpotensi merugikan kuota energi masyarakat berhasil digagalkan. Ratusan jeriken berisi BBM yang seharusnya dinikmati warga

  • Senin, 18 Mei 2026 09:53

    Empat Kecamatan di Kuansing Diterjang Banjir, Sekolah hingga Puskesmas Ikut Terdampak

    PEKANBARU-Sebanyak 526 rumah di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Kuantan. Banjir terjadi selama dua hari, mulai Kamis (14/5/2026) h

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.