Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Dolar AS Menguat, Harga Minyak Mentah RI Turun ke USD41,44/Barel

Dolar AS Menguat, Harga Minyak Mentah RI Turun ke USD41,44/Barel

Sabtu, 05 Des 2015 16:38
Reuters
JAKARTA - Harga minyak mentah Indonesia kembali turun. Berdasarkan formula ICP, pada bulan November 2015 harga minyak mentah Indonesia sebesar USD41,44 per barel atau turun USD2,24 per barel dari bulan Oktober 2015 yang mencapai USD43,68 per barel.

Seperti dikutip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (5/12/2015), Tim Harga Minyak Indonesia menjelaskan, penurunan ini sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA), stok minyak mentah komersial negara-negara OECD meningkat 13,8 juta barel.

Selain itu, berdasarkan Energy Information Administration (EIA), produksi minyak mentah Amerika Serikat meningkat dibandingkan bulan Oktober dengan rata -rata 57 ribu barel per hari menjadi 9,173 juta barel per hari.

Faktor lainnya, berdasarkan publikasi IEA, aktivitas kilang dunia menurun sebesar 1,2 juta barel per hari menjadi 78,2 juta barel per hari dan peningkatan stok Crude, Gasoline dan Distillates di Amerika Serikat di bulan November 2015 dibandingkan di bulan Oktober 2015 sebagai berikut:

- Stok Crude Oil naik sebesar 5,4 juta barel dari 482,8 juta barel menjadi 488,2 juta barel.

- Stok Gasoline naik sebesar 1,4 juta barel dari 215,3 juta barel menjadi 216,7 juta barel.

- Stok Distillates naik sebesar 0,6 juta barel dari 140,8 juta barel menjadi 141,4 juta barel.

Selain itu, berdasarkan US Dollar Index DXY, mata uang Dolar AS menguat 3,19 poin dibandingkan bulan Oktober 2015 menjadi 100,21 dan Pemerintah Rusia mengisyaratkan untuk memberikan discount kepada pembeli Minyak Mentah Urals sebagai upaya untuk mempertahankan market share di Eropa.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh penurunan utilisasi kilang Taiwan sebesar 16,7 persen menjadi hanya sebesar 650.000 barel per hari, penurunan permintaan power oleh Jepang sebesar 4 persen menjadi hanya sebesar 61,24 bil kWh dan penurunan impor produk minyak mentah dari China yang disebabkan oleh ekonomi yang menurun.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan November 2015 dibandingkan bulan Oktober 2015 sebagai berikut :

- WTI (Nymex) turun sebesar USD3,37 per barel dari USD46,29 per barel menjadi USD42,92 per barel.

- Brent (ICE) turun sebesar USD3,36 per barel dari USD49,29 per barel menjadi USD45.93 per barel.

- Basket OPEC turun sebesar USD4,40 per barel dari USD45,09 per barel menjadi USD40,62 per barel.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.