Ekspor CPO Turun Akibat Harga Minyak Mentah Melemah
Kamis, 20 Agu 2015 15:06
Direktur Utama Badan Layanan Umum Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BLU CPO fund) Bayu Krishnamurthi mengatakan, penurunan ekspor kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) lebih disebabkan karena anjloknya harga minyak mentah dunia.
Dia menambahkan, turunnya harga minyak justru membuat biaya produksi menjadi lebih murah. Sebab, negara tersebut sudah mapan di industri manufaktur. Namun berbeda halnya dengan Indonesia yang masih tergolong dalam industri dalam pertumbuhan.
"Jadi, mereka terjemahkan ke peningkatan produktivitas dan efisiensi. Kita belum karena industri kita tumbuh. Jadi kalau harga minyak dunia lemah, yang kita rasakan adalah turunnya harga komoditi," ucapnya saat ditemu di JCC, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
Dia menjelaskan, komoditi yang paling mengalami penurunan adalah karet disusul kopi dan sawit. Ketiga komoditas tersebut lah membuat para eksportir berpikir bila meneruskan ekspornya maka akan rugi. Bahkan beberapa petani, katanya, sudah mulai berhenti panen. "Harganya sudah tidak bisa menutupi biaya panen. Jadi ini ada masalah yang jauh lebih besar," imbuh dia.
Sementara untuk urusan sawit, fenomenanya karena ada kebijakan bea keluar dan CPO fund, sehingga respons industrinya bukan menurunkan ekspor namun membuat CPO turunan. Sebab, pungutannya berselisih besar.
"Kalau CPO kan USD50 kalau jadi RBD (Refined Bleached Deodorized/satu level diolah lebih lanjut dari CPO) pungutannya jadi USD30. USD20 itu signifikan bagi mereka. Jadi kalau data ekspor, RBD-nya lebih naik. Menurut saya yang mendasar how low will it go," pungkasnya.
Sekadar informasi, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor bulan Juli 2,1 juta ton atau turun delapan persen dibandingkan bulan Juni yang mencapai 2,7 juta ton.
Sementara itu, harga harian CPO global sepanjang Juli terus tergerus dan jatuh di level USD630,6 per metrik ton atau turun 5,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.
Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.
Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati
Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa
Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana
Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas
Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan
I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir
Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor