Rabu, 06 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • GO-JEK jadi bukti kegagalan pemerintah sediakan transportasi umum

Ekonomi

GO-JEK jadi bukti kegagalan pemerintah sediakan transportasi umum

Minggu, 16 Agu 2015 10:14
TechinAsia.com
Go-Jek.
JAKARTA- Kehadiran transportasi GO-JEK di beberapa kota besar Indonesia seperti di Jakarta menimbulkan polemik di masyarakat. Banyak pihak yang mendukung ojek karena menjadi moda transportasi alternatif membelah kemacetan Jakarta. Namun, ada juga pihak yang mengatakan GO-JEK bukan transportasi umum sehingga tidak boleh beroperasi.

Di balik itu semua, kehadiran GO-JEK Indonesia disebut sebagai bukti gagalnya pemerintah daerah menyediakan transportasi umum yang layak. Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan ojek bukanlah angkutan publik. Kemunculan ojek marak pasca 1998 ketika masyarakat mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan.

"Ini adalah bukti kegagalan pemerintah mengatur transportasi umum menyebabkan ojek menjamur. Kepala daerah sangat malas menata transportasi publik," ucap Djoko seperti dikutif dari  merdeka.com di Jakarta, Minggu (16/8).

Djoko menyebut, pemerintah tidak pernah menyediakan anggaran untuk transportasi masyarakat. Namun, pemerintah selalu ada uang untuk bangun tol, jalan lingkar luar, flyover dan lain sebagainya.

"Karena sisa uang sedikit. Sekarang layanan ojek harus diatur. Tidak melebihi fungsi dari transportasi umum," katanya.

Menurut Djoko, GO-JEK dan ojek lainnya hanya cocok untuk jarak pendek yang tidak terjangkau oleh angkutan umum. "Sepeda motor bukan kendaraan yang berkeselamatan. Kehadiran transportasi umum murah sangat dibutuhkan masyarakat dalam upaya mengurangi kemacetan dan menjamin keamanan penumpang."

Djoko mendesak semua kepala daerah untuk menyediakan transportasi umum yang bermartabat untuk masyarakat. Menyediakan transportasi jangan hanya jadi jargon politik saat kampanye. Di mana calon kepala daerah berbondong-bondong menempelkan stiker di angkot maupun di pasar-pasar.

"Para pengusaha angkot harus bersepakat tidak menerima layanan tempel foto kepala daerah saat kampanye jika tidak disertai upaya mensejahterakan sopir angkot dengan cara menata ulang transportasi umumnya. Nelayan, petani, pasar tradisional, angkot, ojek dijadikan komoditas sasaran kampanye, baik pileg maupun pilkada," tutupnya.
[merdeka.com]
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:36

    Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.

    Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:19

    Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati

    Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:08

    Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur

    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.