Rabu, 06 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Harga Sawit Anjlok Rp400 Perkilo, Soekarno Ingin Kembali ke Zaman Soeharto, Ini yang Dilakukannya

Harga Sawit Anjlok Rp400 Perkilo, Soekarno Ingin Kembali ke Zaman Soeharto, Ini yang Dilakukannya

Sabtu, 29 Agu 2015 15:37
Soekarno menumbang sawitnya untuk dialihkan menjadi usaha baru.
PASIRPENGARAIAN-Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit sebulan terakhir ini, banyak petani yang beralih profesi. Sebagian petani sawit di Kabupaten Rokan Hulu, menumbang batang sawit untuk ditanam sayuran, dan bahkan dibuat tanah kaplingan.

Hal inilah juga yang dilakukan Soekarno (53), warga Desa Kembang Damai Kecamatan Kunto Darussalam, Rokan Hulu, Riau, asal Pati Jawa Tengah. Demi kelanjutan hidup, saat ini, dia menumbang sebagian tanaman sawitnya dan ditanami padi gogo (padi ladang-red).

''Seandainya Pak Harto masih hidup, mungkin tidak seperti ini nasib kami mas, zaman Pak Harto memang saya baru tanam sawit tapi setidaknya beras sama lauk, tak pusing, makanya saya beralih tanam padi gogo,'' ungkapnya

Soekarno menjelaskan, saat ini harga sawit di tengkulak hanya bekisar Rp400 perkilo, sementara untuk biaya pupuk dan upah panen sudah tidak cukup lagi dengan hasil penjualan panennya.

''Jangankan buat beli yang lain, buat makan saja susah mas, sekarang ini saja untuk upah manen pas-pasan, belum lagi ongkos buat mobil, kalau dipikir-pikir ingin balik lagi ke zaman Pak Harto,'' ceritanya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Dedi (34) tahun, pria asal Medan Sumut yang sudah menetap di Pagaran Tapah Rohul. Ia terpaksa harus rela menumbang sekitar 8 hektar tanaman sawit di kebunya dan dijual per kapling.

"Macem mana lagi mas, harga sawit Rp 400 perkilo, cemana kami mau hidup, terpaksa saya tumbang dan saya jual perkapling," ungkapnya kepada GoRiau.com, Sabtu (29/8/2015) dengan logat khas medan.

Dari penjualan kapling itulah dia kembangkan lagi sebagian untuk membudidayakan ikan lele dan patin di sebelah lahannya yang masih kosong.

"Untuk makan sehari-hari dari jualan sayur mas, kalau kapling ini kan tidak tiap hari terjual, saat ini saya jual perkapling Rp30 juta aja, biar cepat laku,'' pungkasnya. (grc)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:36

    Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.

    Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:19

    Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati

    Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:08

    Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur

    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.