Hari ini, DPRD Bengkalis Jadwalkan Penandatanganan RKUA-PPAS 2016
Laporan : Supriyanto
Jumat, 04 Des 2015 10:10
BENGKALIS- DPRD Kabupaten Bengkalis menjadwalkan hari ini, Jumat (04/12/2015) penandatanganan MoU Rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2016. Seluruh tahapan pembahasan (hearing,red) komisi dengan mitra kerja (SKPD) tuntas dilakukan dan ditargetkan sebelum berakhir bulan Desember ini APBD 2016 sudah disahkan.
Ketua DPRD, H Heru Wahyudi SH dihubungi, Kamis (03/12/2015)
mengatakan, pembahasan antara Komisi dengan SKPD sangat menarik dan
penuh dinamika. DPRD berkinginan kegiatan yang diusulkan benar-benar
tepat sasaran dan berdaya guna bagi pembangunan masyarakat Kabupaten
Bengkalis.
Tak heran kata Ketua DPD PAN Bengkalis ini, di beberapa kesempatan
hearing berjalan cukup alot, namun tetap dengan satu 'matlamat',
bagaimana anggaran atau kegiatan yang diusulkan demi kemaslahatan
masyarakat Kabupaten Bengkalis.
"Saya mengapresiasi kawan-kawan komisi yang sudah menuntaskan tahapan pembahasan bersama SKPD terkait, pembahasan itu terkadang dilakukan sampai dini hari. Begitu juga kepada rekan-rekan SKPD, walau kita masih melihat ada SKPD yang kurang mengapresiasi tahapan hearing dengan kawan-kawan di komisi," sebut Heru.
Ditanya soal setruktur RKUA-PPAS tahun 2016, kata Heru secara garis besar tidak jauh bergeser dari tahun-tahun sebelumnya. Anggaran untuk pembangunan infrstruktur dasar masih menjadi skala prioritas, disamping pembangunan bidang pendidikan, kesehatan serta ekonomi masyarakat.
"Skala priorits kita masih soal infrastruktur, terutama infrastruktur dasar yang menyentuh langsung pusat-pusat ekonomi masyarakat, seperti jalan, jembatan dan infrastruktur dasar lainnya," sebutnya.
Diakui Heru, untuk menuntaskan infrastruktur dasar di Kabupaten Bengkalis masih butuh waktu yang panjang, karena masih banyak yang belum tersentuh atau sudah dibangun tapi kondisinya sudah tidak layak lagi.
"Untuk jalan poros sebagian bessar sudah terbangun dengan baik, tapi masih ada jalan-jalan lingkungan serta jalan-jalan ke sentra ekonomi masyarakat yang harus menjadi perhatian kita bersama,"sebutnya lagi.
Terkait besaran APBD 2016, asumsi RAPBD tahun 2016 kata Heru sekitar Rp 4 triliun lebih. Dikaitkan dengan kebutuhan anggaran tersebut masih defisit. Makanya kata Heru, selama pembahasan bersama mitra kerja, program atau usulan yang dianggap belum prioritas terpaksa dipending terlebih dahulu.
Ditambahan Heru, selesai penandatanganan MoU KUA-PPAS, dilanjutkan dengan pembahasan antara Banggar dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Diharapkan sebelum berakhir bulan Desember, APBD 2016 sudah disahkan.(Sup)
Ekbis
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal