Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Kembali Turun

Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Kembali Turun

Selasa, 01 Des 2015 08:41
Ilustrasi: Reuters
NEW YORK - Harga minyak dunia berakhir sedikit lebih rendah menjelang pertemuan OPEC yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan-kebijakan yang telah membuat harga turun.

Seperti dilansir AFP, Selasa (1/12/2015), patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, ditutup turun enam sen menjadi USD41,71 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari merosot 25 sen menjadi menetap di USD44,61 per barel di perdagangan London.

Pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Jumat, kendati sangat dinantikan, secara umum diperkirakan mempertahankan kebijakan menjaga elevasi produksi kartel untuk menekan produsen-produsen berbiaya tinggi keluar dari pasar.

Daniel Holder, analis di Schneider Electric, menggambarkan "sikap produksi berlebihan" OPEC sebagai "kuat" menuju ke pertemuan itu.

"Sebuah pemangkasan produksi OPEC mungkin diterima atau bahkan diperlukan, tetapi juga tidak mungkin," kata Tim Evans, analis Citi Future.

"Sebuah keputusan terpecah, dengan Arab Saudi dan sekutu terdekatnya masih bersikeras tentang memperjuangkan pangsa pasar, tetap skenario kasus dasar, dengan surplus yang sedang berlangsung sebagai akibatnya." Harga minyak telah mundur dari tingkat di atas 100 dolar AS per barel sejak Juli 2014, dengan penurunan dipercepat setelah pertemuan OPEC November 2014 mengisyaratkan kelompok itu akan mempertahankan tingkat produksit tinggi.

Sementara para analis tidak memperkirakan OPEC untuk mengubah sikapnya, beberapa mengatakan ada kesempatan mengejutkan di luar yang bisa mengangkat harga.

OPEC mempertahankan kuota produksi 30 juta barel per hari pada pertemuan Juni. Produksi kartel mencapai sekitar 40 persen dari produksi minyak mentah global.

Tidak ada tanda bahwa OPEC akan memangkas produksi minyak mentah meskipun harga turun tajam mulai tahun lalu. Pasar juga khawatir bahwa kembalinya minyak Iran ke pasar setelah pencabutan sanksi ekonomi Barat akan terus menyeret harga turun.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.