Kalimantan Jadi Daerah dengan Laju Ekonomi Paling Rendah
Jumat, 13 Nov 2015 11:27
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kajian Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Juda Agung, menyebutkan salah satu wilayah yang perekonomiannya turun adalah Kalimantan.
"Triwulan III, Kalimantan agak mengecewakan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan triwulan II 1,09 persen, sekarang (triwulan III) -0,41 persen," paparnya, di Kantor Perwakilan BI Yogyakarta, Jumat (13/11/2015).
Dia menjelaskan, perlambatan terjadi lantaran ekonomi daerah Kalimantan Timur -3,49 persen. Tapi, di wilayah lain seperti Kalimantan Selatan ekonomi masih tumbuh 3,9 persen, Kalimantan Tengah 6,7 persen.
"Cuma karena share Kalimantan Timur 60 persen, besar, jadi mendorong (pertumbuhan ekonomi) ke bawah," imbuh dia.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal