Selasa, 04 Agu 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Kebijakan Tarif BBM Menyesuaikan Pasar, Subsidi Pertalite Tetap Dipertahankan

Ekbis

Kebijakan Tarif BBM Menyesuaikan Pasar, Subsidi Pertalite Tetap Dipertahankan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 04 Agu 2026 13:29
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa penurunan banderol bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan dampak langsung dari dinamika harga minyak mentah di pasar internasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa penyesuaian ini adalah mekanisme wajar bagi BBM nonsubsidi seperti Pertamax, yang harganya kini turun menjadi Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter.


"Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non-subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik," tutur Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026).

Langkah koreksi harga ini tidak hanya dilakukan oleh perusahaan pelat merah, melainkan turut diikuti oleh penyedia energi swasta di Tanah Air seiring tren minyak global yang melandai.


"Dan sekarang kan lagi turun. Dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Nah sekarang kan lagi turun kan," tambahnya.

Meskipun tarif BBM nonsubsidi akan terus bergerak dinamis, masyarakat pengguna BBM subsidi mendapat kepastian dari pemerintah. Harga Pertalite dipastikan tidak terpengaruh oleh fluktuasi tersebut karena menyangkut hajat hidup mayoritas pengguna kendaraan.


"Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen. Itu kan bagi yang mampu, bagi saudara-saudara kita yang mampu gitu. Tapi kalau yang 80 persen itu tetap menjadi bagian yang di tanggung jawab oleh pemerintah yaitu subsidi," pungkasnya.


Perubahan harga operasional ini mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026 untuk daerah berstatus PBBKB 5 persen seperti wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.


Berdasarkan data terkini, penurunan harga dialami oleh lini Pertamax (Rp15.950 per liter), Pertamax Green 95 (Rp16.600 per liter), dan Pertamax Turbo (Rp18.300 per liter). Sementara itu, Dexlite dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan harga, masing-masing tetap di Rp19.700 per liter dan Rp21.150 per liter. BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar juga tidak naik, bertahan di harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/kebijakan-tarif-bbm-menyesuaikan-pasar-subsidi-pertalite-tetap-dipertahankan.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki