Ekonomi
Kusutnya Jadi Pegawai, Dihantui Pekerjaan Siang-Malam
Minggu, 09 Agu 2015 13:06
Dilansir dari CNBC, Jakarta, Minggu (9/8/2015), sebuah survei yang dilakukan CareerBuilder menemukan 24 persen dari pekerja memeriksa email terkait pekerjaan selama melakukan kegiatan dengan keluarga dan teman-teman. Hampir jumlah yang sama mengatakan, pekerjaan adalah hal terakhir yang mereka pikirkan sebelum mereka pergi ke tempat tidur. Kemudian, 42 persen mengatakan itu hal pertama yang mereka pikirkan ketika mereka bangun.
Tidak hanya itu, satu dari lima orang tampaknya tidak memiliki kemampuan sama sekali untuk melepaskan diri dari kantor. Bahkan, 17 persen mengatakan mereka memiliki waktu yang sulit menikmati kegiatan rekreasi karena mereka berpikir tentang pekerjaan.
"Apa yang kita butuhkan adalah pergeseran budaya dalam rangka memperbaiki model yang usang tentang makna pekerjaan. Itu jelas tidak berhasil selama lima generasi dalam pekerjaan modern, karena tempat kerja mobile saat ini," kata Mantan Direktur Consumer Financial Protection Bereau, Mika Cross.
Namun, pergeseran budaya tidak akan mungkin datang dari pekerja yang memiliki sikap positif terhadap pembatasan digital mereka. CareerBuilder menemukan, 62 persen pekerja menggunakan email email larut malam adalah pilihan dan bukan kewajiban.
Sebenarnya, terdapat manfaat untuk bekerja jarak jauh. Bekerja dari rumah bisa meredakan stres berkepanjangan. Orang tua dari anak-anak bisa meninggalkan kantor lebih awal, menjemput anak-anak di penitipan dan kemudian menyelesaikan tugas-tugas mereka setelah makan malam keluarga.
Tetapi, pencampuran kedua dunia ini membawa segala macam bahaya. Terlalu banyak pekerjaan membawa serta peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes dan depresi. Sementara gila kerja bahkan membunuh pekerja dalam kasus yang ekstrim. Bekerja di luar jam tradisional atau kantor juga dapat mengganggu hubungan pribadi.
Anda mungkin berpikir Anda dapat membaca email Anda sambil mendengarkan istri bicara kepada Anda. Akan tetapi, para peneliti telah menemukan bahwa mencoba untuk melakukannya benar-benar akan merugikan kehidupan rumah Anda.
Menetapkan batas-batas yang kuat tampaknya menjadi kunci untuk menjaga pekerjaan dan kehidupan pribadi agar dapat berada pada keseimbangan. Tetapi batas-batas itu terus-menerus terancam oleh gadget baru dan perangkat lunak yang membuka jalur lebih dari komunikasi antara pekerja dan atasan. Sangat mudah untuk membuat aturan tidak ada email setelah pukul 18.00.
Tidak hanya membutuhkan pergeseran budaya, perusahaan juga perlu memberikan kompetensi baru bagi karyawan dan manajer untuk belajar bagaimana secara efektif mengelola waktu pribadi, batas-batas yang ditetapkan dan mengidentifikasi tanda-tanda yang terlalu banyak bekerja.
(okezone.com)
Ekbis
Komunitas Runners Happy! CFD Sudirman-Thamrin Bakal Mulai 05.30 WIB.
Jakarta - Penerapan car free day (CFD) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin per 1 Juni 2026 nanti akan dimulai pukul 05.30 WIB. Komunitas lari, rundarlings, menyambut gembira atas kabar tersebut."Wow den
Gudang Bandar Narkoba Dibakar Warga usai Digerebek Polisi, Ini Kata Polda Riau.
Rokan Hilir - Sebuah gudang diduga milik bandar narkoba di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, dibakar warga. Aksi pembakaran tersebut dilakukan oleh sekelompok warga setelah polisi melakukan
Kasus Pengeroyokan Imam Masjid di Palopo, 1 Orang Jadi Tersangka
Jakarta - Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Ahmad (62), imam Masjid As Salam di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, terus bergulir. Polisi kini telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus
Mayat Pria Tanpa Kepala Mengapung di Karimunjawa
Karimunjawa- Warga Desa Parang, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa kepala di kawasan pesisir Pulau Kembar. Jasad tanpa identita
Niat Mau Mencuri, Pria Ini Malah Cabuli Siswi SD yang Sedang Tidur
Tapanuli Tengah- Seorang pria berinisial WS (35) harus berurusan dengan polisi usai diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang siswi SD berusia 8 tahun. Pelaku yang awalnya berniat mencuri itu