Sabtu, 02 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Mendag Khawatir Produk Impor Bakal Banjiri Pasar RI Imbas Tarif Trump

Ekonomi,

Mendag Khawatir Produk Impor Bakal Banjiri Pasar RI Imbas Tarif Trump

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 23 Jul 2025 16:15
okezone.com
 Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui adanya kesepakatan tarif resiprokal Trump ke beberapa negara akan berdampak pada pasar domestik yang dibanjiri oleh produk-produk asing.

Mendag menjelaskan, pasca putusan tarif Trump yang juga menetapkan tarif tinggi akan membuat beberapa negara berupaya mencari pasar baru. Indonesia sebagai penduduk dengan jumlah populasi yang besar disebut sebagai pasar seksi untuk migrasi dari pasar AS.

"Kita menghadapi tarif itu, pertama kan negosiasi dan kedua mencari pasar baru. Pasar baru misalnya dengan kesepakatan dagang dengan beberapa negara, artinya negara lain juga akan melakukan yang sama. Ketika di cegat ke Amerika kan dia akan mencari pasar baru, salah satu pasarnya Indonesia, karena kan kita marketnya besar" ujarnya saat ditemui di Jakarta Timur, Rabu (23/7/2025).

Belum lagi, hasil kesepakatan Indonesia dengan Amerika soal tarif ini membentuk tarif 0 persen untuk produk dari Amerika yang masuk ke Indonesia. Hal ini dalam rangka mengecilkan defisit ekspor AS ke Indonesia beberapa tahun belakangan.

Lebih lanjut, Mendag menjelaskan saat ini pihaknya memiliki beberapa upaya untuk mengantisipasi membanjirnya barang impor dari Indonesia. Misalnya meningkatkan daya saing produk dalam negeri, dan menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Kemudian juga sekarang kita hendak menarik investasi dan meningkatkan ekspor. Karena sekarang sudah banyak itu yang mau investasi bahkan dari China pun mau investasi ke Indonesia," tambahnya.

Adapun saat ini posisi tarif yang dikenakan Indonesia tergolong lebih kompetitif jika dibandingkan tarif yang ditetapkan untuk beberapa negara, seperti Thailand 36 persen, Laos 40 persen, Malaysia 25 persen, Vietnam 20 persen, dan Filipina 19 persen.

Tarif resiprokal Trump tersebut akan mulai berlaku serempak mulai 1 Agustus 2025. Mendag berharap posisi tersebut tidak lagi berubah agar Indonesia masih kompetitif dibandingkan dengan negara di kawasan.

"Tapi yang penting sampai Agustus itu kan sudah tidak ada perubahan tarif lagi. Mudah-mudahan kita tetap di angka 19 persen, dan negara lain juga tidak berubah. Harapannya kita masih yang paling rendah," pungkasnya.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.